Dibuka Melemah, Rupiah Diprediksi Tetap ‘Lunglai’ Rp18.100/US$

Iwan Medium.jpeg

Kamis, 16 Juli 2026 – 10:57 WIB

Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (Foto: AntaraAkbar Nugroho Gumay

Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. (Foto: AntaraAkbar Nugroho Gumay

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS (US$) dibuka melemah Rp18.071/US$ saat pembukaan perdagangan Kamis (16/7/2026).

Diduga, pelemahan ini buah dari dinamika geopolitik Timur Tengah yang mengandaskan harapan perdamaian. Berdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah melemah 0,02 persen ke level Rp18.071/US$.

Nasib sama dialami sejumlah mata uang Asia, misalnya, won Korea yang memimpin pelemahan 0,19 persen. Dikintili baht Thailand 0,09 persen, rupee India 0,07 persen, yuan China 0,05 persen dan dolar Singapura 0,04 persen.

Seratus delapan puluh derajat dengan dolar Taiwan yang menguat 0,23 persen. Atau ringgit Malaysia yang semakin perkasa 0,13 persen, peso Filipina 0,07 persen dan yen Jepang 0,03 persen.

Namun jangan khawatir, analis Doo Financial Futures, Lukman Leong punya analisa menarik. Dia optimistis, rupiah akan menguat terhadap dolar AS di perdagangan hari ini.

Seiring pelemahan mata uang Negeri Paman Sam setelah rilis data Producer Price Index (PPI) AS yang lebih rendah ketimbang ekspektasi pasar. “Pelemahan dolar AS ini, dipicu meningkatnya ekspektasi bahwa tekanan inflasi di AS mulai mereda. Ternyata salah,” tandasnya.

Selain data inflasi, pelaku pasar juga mencermati pernyataan sejumlah pejabat bank sentral AS (The Fed) yang terbelah doal kebijakan suku bunga.

Misalnya, Gubernur The Fed Lisa Cook menyampaikan pandangan yang cenderung hawkish yang arahnya mendukung suku bunga tinggi. Di sisi lain, Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams menyampaikan dovish karena inflasi masuk tren penurunan.

“Perbedaan pandangan tersebut membuat pelaku pasar masih berhati-hati dalam memperkirakan arah kebijakan moneter The Fed ke depan,” kata Lukman.

Faktor internal, kata dia, belum ada agenda ekonomi yang berpotensi menggerakkan pasar ke arah positif, secara signifikan pada hari ini. Namun demikian, faktor lembaga pemeringkat internasional S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia, diyakini tetap menjadi sentimen positif bagi aset domestik.

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik ini, Lukman memperkirakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, tidak akan jauh-jauh dari kisaran Rp18.000-Rp18.100 per dolar AS. 
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang