Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama jajaran pengurus demokrat dan PKS, di DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2025). (Foto: Inilah.com/Reyhaanah).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai membuka pembahasan awal mengenai rencana pembenahan sistem pemilu. Namun, AHY menegaskan diskusi tersebut masih berada pada tataran konsep besar, bukan pada detail teknis revisi undang-undang.
“Kami membahas secara konsep besarnya bahwa demokrasi dan politik di Indonesia harus terus tumbuh semakin matang dan membawa dampak positif. Kita menyadari demokrasi bukan sesuatu yang sempurna,” ujar AHY usai menerima silaturahim kebangsaan PKS di DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2025).
Ia menegaskan meski banyak dinamika, demokrasi tetap menjadi pilihan terbaik selama dijalankan secara adil. Karena itu, menurut AHY, revisi sistem politik maupun undang-undang pemilu tidak boleh dilakukan secara tergesa atau sekadar memenuhi momentum politik tertentu.
“Tentu kita juga harus terus melakukan evaluasi setelah melewati fase-fase penting dalam sejarah, dari reformasi hingga pemilihan langsung sejak 2004. Banyak yang telah kita capai, tapi kita harus terbuka untuk evaluasi agar lebih baik,” katanya.
Menurutnya, setiap sistem politik pasti memunculkan pro dan kontra, sehingga pembahasan teknis perlu tahapan panjang dan kesiapan semua partai. Saat ini, kata AHY, masing-masing partai masih dalam tahap merumuskan aspirasi internal mereka.
“Kami belum membahas secara teknis karena membutuhkan waktu dan proses berikutnya.Yang jelas masing-masing partai sudah melakukan pembahasan internal, apa saja yang menjadi aspirasi masyarakat luas,” jelas AHY.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah ini menyebut pembenahan sistem pemilu bukan hanya soal teknis, tapi menyangkut bagaimana memastikan pemilu berlangsung adil, hak pilih terjaga, dan hasilnya menghadirkan kepemimpinan yang efektif.
“Output dari demokrasi dan pemilu bukan hanya kepemimpinan yang lebih efektif, tapi juga Indonesia yang semakin sejahtera,” tuturnya.
AHY menegaskan Demokrat terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut dengan PKS maupun partai lain, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.










