Komedian tunggal Mongol Stres saat pemakaman komedian Simson Rarameha Ngadang alias Temon di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). (Foto: Inilah.com/Harris Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Komedian tunggal Rony Imannuel atau yang akrab disapa Mongol Stres, rela merogoh kocek dalam-dalam demi memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Simson Rarameha Ngadang alias Temon. Bagi Mongol, almarhum bukan sekadar rekan seprofesi, melainkan sahabat yang sudah dianggapnya seperti saudara sendiri.
Hal tersebut diungkapkan Mongol usai menghadiri prosesi pemakaman Temon di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).
Sempat tak Percaya Kabar Duka
Mongol menceritakan, dirinya sempat tidak langsung percaya saat pertama kali menerima kabar duka tersebut. Ia bahkan sempat berselancar di internet untuk memastikan kebenaran informasi karena belum menemukan pemberitaan resmi di media massa.
Keyakinannya baru muncul setelah melihat unggahan status WhatsApp dari sejumlah rekan sesama pelawak, termasuk Abdel Achrian yang merupakan rekan duet Temon, serta Cak Lontong.
Saat kabar duka itu tersiar, Mongol tengah berada di Bali. Tanpa berpikir panjang, ia langsung berburu tiket pesawat agar bisa segera terbang ke Jakarta demi mengantarkan sang sahabat ke tempat peristirahatan terakhir.
Berburu Penerbangan Pertama ke Jakarta
“Saat itu juga saya minta tolong dicarikan tiket. Cari di aplikasi itu habis, tidak ada sama sekali. Yang tersisa hanya kelas bisnis, sempat membuat saya berpikir ulang untuk membeli. Tapi akhirnya saya tebus dan berangkat pagi-pagi sekali pakai pesawat penerbangan pertama,” ungkap Mongol.
Setibanya di ibu kota, Mongol langsung bergegas menuju GPIB Effatha Melawai, tempat jenazah Temon disemayamkan sebelum dibawa ke liang lahat pada Senin siang.
Meskipun komunikasi terakhir mereka terjadi sekitar empat bulan lalu, Mongol mengaku memiliki banyak kenangan mendalam dengan almarhum. Ia pun mengaku sama sekali tidak mengetahui perihal penyakit yang diidap oleh Temon selama ini.
Mengenang Candaan Khas Almarhum
“Saya pribadi tidak pernah tahu (soal penyakitnya). Lagi pula kalau kita bertemu, kami tidak pernah membahas soal penyakit. Kami malah saling tanya, ‘Dibayar berapa lu?’. Namanya juga pelawak, apa saja bisa jadi bahan materi,” kenang Mongol sembari tersenyum.
Ia pun menirukan salah satu candaan khas almarhum yang paling membekas di ingatannya. “Almarhum selalu bilang, ‘Lu kalau bayarannya mahal tuh kelihatan dari aksesori lu. Kalau aksesori lu seambrek, pasti mahal tuh. Itu bagaimana lu?’,” tutur Mongol menirukan ucapan Temon.
Bagi komedian asal Manado ini, Temon adalah sosok senior yang sangat terbuka untuk bertukar ilmu. Mereka kerap berdiskusi seputar dunia hiburan, mulai dari seni peran yang dikuasai Temon hingga dunia komedi tunggal (stand-up comedy) yang ditekuni Mongol.
“Seperti yang saya bilang, beliau bisa menjadi sosok kakak, sahabat, dan teman. Pokoknya yang terbaiklah buat saya,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












