Demam Bag Charm, Kebahagian Kecil yang Diam-diam Menyandera Gen Z

Clara Medium.jpeg

Minggu, 23 November 2025 – 17:57 WIB

Sebagian koleksi Bag Charm milik Caca (24). Gantungan kunci sederhana ini bisa dibanderol ratusan ribu rupiah. (Foto: Dok. Pribadi).

Sebagian koleksi Bag Charm milik Caca (24). Gantungan kunci sederhana ini bisa dibanderol ratusan ribu rupiah. (Foto: Dok. Pribadi).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Di rak-rak kecil kamar tidurnya, Caca (24) menyimpan benda-benda mungil yang baginya lebih dari sekadar aksesori. Ada boneka berwajah polos, karakter yang sengaja dibuat “jelek”, hingga figur imut yang sedang populer di media sosial. Ada kebanggan tersendiri kala aksesori bag charm itu menggantung di tas dia kenakan.

Bagi banyak orang, gantungan tas mungkin hanya pemanis visual, namun bagi perempuan Gen Z yang tumbuh di tengah budaya pop yang serbavisual ini, benda kecil itu mampu memantik kebahagiaan yang tak selalu bisa dijelaskan. “Kalau yang lucu-lucu kayak boneka bentuk unik itu baru mulai setahun terakhir sih,” katanya.

Awalnya dia hanya gantungan sederhana seperti inisial nama, suvenir dari perjalanan, atau aksesori ringkas yang bisa didapat di mana saja. Tapi linimasa media sosialnya perlahan berubah menjadi parade karakter-karakter imut, membuatnya mulai jatuh hati pada bag charm yang punya kepribadian. “Lebih suka yang bentuknya unik sama gemes sih, soalnya jadinya lucu banget,” ujarnya sambil tertawa.

Kegemaran yang semula hanya dianggap fase iseng, rupanya menular. Orang tuanya kini ikut gemar mengoleksi bag charm, terutama yang berbentuk boneka kecil. Mereka menggantungkan di tas kerja, tas belanja, bahkan pouch sehari-hari. “Kalau dulu orang tua sama kayak aku, cuma suka gantungan tas yang biasa aja. Sekarang ikut-ikutan heboh,” katanya.

Tapi kegemasan ini harus dibayar dengan sebuah harga. Setiap kali ia jatuh hati pada karakter baru, dompetnya ikut berdebar. Bag charm yang ia incar biasanya berada di rentang Rp60.000 hingga Rp300.000.

Yang paling murah pernah ia dapatkan adalah gantungan alpaca seharga Rp20.000. Tanpa merek, tapi cukup membuatnya tersenyum sendiri. Sementara yang paling mahal adalah Cry Baby dari Pop Mart, yang ia tebus dengan harga Rp300.000. Sesekali pernah ada rasa menyesal, tapi apa daya kegemasan mengalahkan logika. “Pernah banget, terutama kalau yang bermerek ya,” ucapnya.

Kisah seperti Caca bukan sesuatu yang asing di kalangan Gen Z. Mereka adalah generasi yang tumbuh di tengah tekanan hidup yang cepat, namun juga terbiasa merayakan kebahagiaan kecil yang bersifat visual. Benda-benda sederhana seperti bag charm menjadi cara untuk memelihara sisi playful, mengekspresikan diri, sekaligus menjadi jeda singkat dari rutinitas yang padat.

Bagi Caca, gantungan tas bukan sekadar aksesori pelengkap. Ia adalah self-reward, cermin kecil dari kepribadiannya, dan pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu butuh perayaan besar. Kadang, cukup seukuran boneka mini yang ikut berayun setiap langkahnya.
 

Topik
Komentar