Dari Besakih untuk Indonesia, Waskita Rawat Warisan Budaya dan Dorong Ekonomi Lokal

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 17 Juni 2026 – 17:07 WIB

Waskita Karya melalui revitalisasi Kawasan Suci Besakih berkontribusi menjaga warisan budaya Bali sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan UMKM. (Foto: Waskita)

Waskita Karya melalui revitalisasi Kawasan Suci Besakih berkontribusi menjaga warisan budaya Bali sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan UMKM. (Foto: Waskita)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

JAKARTA – Perayaan Hari Raya Galungan 2026 menghadirkan suasana khidmat di Kawasan Suci Besakih, Bali. Ribuan umat Hindu memadati kompleks pura terbesar di Pulau Dewata itu untuk melaksanakan persembahyangan, Rabu (17/6/2026).

Deretan penjor yang menghiasi kawasan, lantunan doa, serta aktivitas keagamaan yang berlangsung sepanjang hari menjadi gambaran kuat bagaimana Besakih tetap menjadi pusat spiritual sekaligus simbol peradaban budaya Indonesia.

Di balik kemegahan dan kenyamanan kawasan tersebut saat ini, terdapat kontribusi revitalisasi yang dilakukan PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui proyek penataan Kawasan Suci Besakih yang diselesaikan pada 2021 dengan nilai kontrak sebesar Rp201 miliar.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan konstruksi fisik, tetapi juga menjadi upaya menjaga ruang hidup bagi budaya, tradisi, dan nilai-nilai sosial masyarakat.

“Bagi Waskita, pembangunan bukan hanya tentang menghadirkan konstruksi yang kokoh, tetapi juga menjaga ruang hidup bagi nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan kebersamaan masyarakat,” ujar Ermy dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, Perseroan merasa terhormat dapat berkontribusi dalam pengembangan kawasan yang menjadi pusat ibadah umat Hindu sekaligus simbol harmoni antara tradisi dan kemajuan Indonesia.

Revitalisasi Kawasan Suci Besakih mencakup pembangunan sejumlah fasilitas strategis, mulai dari Pelataran Manik Mas, area Bencingah, Wiyata Mandala, pedestrian, taman kawasan, hingga gedung parkir kendaraan roda dua.

Selain itu, Waskita juga membangun berbagai fasilitas sosial yang menunjang aktivitas masyarakat sekitar, seperti kantor desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan Wantilan sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya warga.

Dalam proses pengerjaannya, Waskita mengedepankan prinsip pelestarian budaya dengan menjaga karakter arsitektur Bali yang sarat filosofi dan nilai historis.

Pendekatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar setiap elemen pembangunan tetap selaras dengan identitas dan kesakralan kawasan yang telah berdiri sejak abad ke-8 tersebut.

Ermy menegaskan bahwa Besakih bukan hanya destinasi religi, tetapi juga aset budaya nasional yang memiliki daya tarik internasional.

Menurutnya, keberadaan kawasan tersebut turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM lokal, serta berbagai aktivitas sosial budaya yang berkembang di sekitarnya.

“Waskita meyakini bahwa infrastruktur yang dibangun dengan menghormati budaya lokal akan menciptakan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.

Karena itu, setiap proyek yang dijalankan Perseroan diarahkan untuk menghadirkan nilai tambah yang lebih luas, mulai dari peningkatan kualitas hidup masyarakat, pelestarian warisan budaya, hingga penguatan daya saing Indonesia di tingkat global.

Momentum Hari Raya Galungan, lanjut Ermy, menjadi pengingat bahwa keberagaman budaya dan keyakinan merupakan kekuatan yang mempersatukan bangsa.

Sejalan dengan semangat tersebut, Waskita berkomitmen menghadirkan pembangunan yang tidak hanya menghubungkan wilayah secara fisik, tetapi juga memperkuat identitas budaya, menjaga harmoni sosial, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Keberhasilan sebuah proyek tidak hanya diukur dari kualitas bangunannya, tetapi juga dari nilai sosial, budaya, dan ekonomi yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Ia menambahkan, revitalisasi Kawasan Suci Besakih menjadi salah satu bukti kontribusi BUMN konstruksi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Melalui proyek tersebut, Waskita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga turut menjaga warisan budaya bangsa, memperkuat toleransi, dan menggerakkan ekonomi lokal yang tumbuh di sekitar kawasan suci Besakih.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang