BPS Catat Harga Emas Perhiasan Konsisten Naik 30 Bulan Berturut-turut: Cocok untuk Investasi

Clara Medium.jpeg

Senin, 2 Maret 2026 – 22:04 WIB

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono di Jakarta, Senin (2/3/2026). (Foto: ANTARA/HO-BPS).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono di Jakarta, Senin (2/3/2026). (Foto: ANTARA/HO-BPS).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kenaikan harga emas berjalan konsisten dalam 30 bulan berturut-turut. Rasa-rasanya emas sangat direkomendasikan untuk investasi atau tabungan. Cuan pasti di tangan dan aman.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono mengatakan, komoditas emas perhiasan mengalami inflasi secara bulanan (month to month/mtm) dalam 30 bulan berturut-turut, sejak September 2023.

Dalam struktur Indeks Harga Konsumen (IHK) secara nasional, Ateng menuturkan, komoditas emas perhiasan merupakan bagian dari Kelompok Pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya. “Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya ini menjadi salah satu kelompok utama penyumbang inflasi pada Februari 2026,” ujar Ateng di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Ia mengatakan, kelompok pengeluaran tersebut mengalami inflasi bulanan sebesar 2,55 persen mtm dengan andil inflasi mencapai 0,19 persen pada bulan lalu.

“Tingkat inflasi kelompok ini lebih besar jika dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan-bulan yang sama pada periode sebelumnya. Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya adalah komoditas emas perhiasan,” lanjut Ateng.

Ateng menyampaikan, inflasi komoditas emas perhiasan sebesar 8,42 persen pada Februari 2026, menyumbangkan andil inflasi sebesar 0,19 persen. Inflasi yang terjadi 30 bulan berturut-turut tersebut seiring dengan melonjaknya harga emas di pasar internasional.

Berdasarkan data yang diolah dari World Bank Commodity Price Data (The Pink Sheet) dan Bloomberg, BPS mencatat tren kenaikan harga emas terus berlanjut hingga awal tahun ini dan kembali menembus harga tertinggi pada Februari 2026.

Ateng mengungkapkan, harga emas pada bulan lalu mencapai 5.019,97 dolar AS per troy ounce (Rp84,48 juta, kurs per Senin pagi = Rp16.829). Level harga terbaru tersebut memperlihatkan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan kondisi pada pertengahan 2024.

Pada Juli 2024, harga emas di pasar internasional masih berada di level 2.398 dolar AS per troy ounce (Rp40,36 juta). “Artinya ini mengalami peningkatan hampir lebih dari dua kali lipatnya untuk harga emas,” kata Ateng.

BPS mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi umum sebesar 4,76 persen secara tahunan (year on year/yoy), 0,68 persen secara bulanan (month to month/mtm), dan 0,53 persen secara tahun kalender (year to date/ytd) pada Februari 2026.