Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria bersama Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Glenny Kairupan dan jajaran direksi Garuda Indonesia dalam konferensi pers di Garuda Sentra Operasi (GSO), Tangerang, Banten, Kamis (13/11/2025). (Foto: Antara/Muhammad Heriyanto)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Teka-teki di balik keputusan PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM menyuntik modal PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) senilai Rp23,67 triliun akhirnya terjawab. Angka ini menarik perhatian lantaran lebih rendah dari usulan awal Garuda yang mencapai US$1,84 miliar atau setara Rp30,57 triliun (mengacu kurs saat itu).
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria angkat bicara. Menurutnya, keputusan injeksi modal ini tidak didasarkan pada besaran angka di awal, melainkan pada hasil analisis komprehensif kebutuhan riil maskapai pelat merah tersebut.
“Kita tidak melihat kembali lagi tidak angkanya, tetapi bagaimana sebuah proses komprehensif daripada turnaround dan transformasi Garuda Indonesia. Bahwa saat ini yang dibutuhkan sejumlah itu,” tegas Dony saat ditemui di Garuda Sentra Operasi, Tangerang, Banten, Kamis (13/11/2025).
Dony menambahkan, keputusan Danantara mengucurkan dana sebesar Rp23,67 triliun melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement ini murni didasarkan pada analisa yang matang.
“Sehingga kita melakukan penambahan modal ke Garuda Indonesia sebesar Rp23 triliun. Karena ini yang kita lakukan, karena memang berdasarkan pada analisa,” jelasnya.
Injeksi Dana Disepakati RUPSLB, Ekuitas Positif di Depan Mata
Sebagaimana telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (12/11/2025) di Tangerang, penyertaan modal dari DAM ini disetujui pemegang saham. Dana Rp23,67 triliun tersebut terdiri dari setoran modal tunai Rp17,02 triliun dan Konversi Utang Pinjaman Pemegang Saham senilai Rp6,65 triliun.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menyebut persetujuan ini sebagai tonggak penting. Langkah strategis ini adalah bagian tak terpisahkan dari upaya berkelanjutan penyehatan dan transformasi kinerja Garuda Indonesia Group.
Harapannya satu: memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kapasitas operasional, dan mempercepat agenda transformasi, termasuk bagi anak usaha Citilink, agar posisi ekuitas konsolidasi perusahaan dapat kembali positif.
“Persetujuan pemegang saham terhadap penyertaan modal ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan pemulihan dan transformasi Garuda Indonesia,” ujar Glenny Kairupan.
Fokus Dana: Operasional Inti dan Pelunasan Kewajiban
Manajemen Garuda juga merinci alokasi penggunaan dana PMTHMETD tersebut:
– Sekitar Rp8,7 triliun (37 persen) akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja Garuda Indonesia, khususnya untuk pemeliharaan dan perawatan pesawat.
– Sisanya, Rp14,9 triliun (63 persen), akan menjadi amunisi untuk mendukung operasional Citilink. Dana tersebut terbagi menjadi Rp11,2 triliun untuk modal kerja Citilink dan Rp3,7 triliun dialokasikan untuk melunasi kewajiban pembelian bahan bakar kepada Pertamina periode 2019-2021.
Penyertaan modal ini secara teknis dilakukan melalui penerbitan 315.610.920.000 lembar saham Seri D dengan harga pelaksanaan Rp75 per lembar saham.
Glenny Kairupan menambahkan, injeksi modal ini memiliki tujuan ganda. “Langkah ini juga memastikan keberlanjutan pencatatan saham Garuda Indonesia di Bursa Efek Indonesia serta memperkuat posisi keuangan perusahaan untuk mendukung akselerasi transformasi jangka panjang,” pungkasnya.













