Beda Data Komdigi vs Ookla, Meutya Hafid Tetap Optimis Percepat Internet Nasional

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 27 Januari 2026 – 06:13 WIB

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (kiri) bersama Wakil Menteri Komdigi Raka Angga Prabowo (kanan) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Foto: Antara)

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (kiri) bersama Wakil Menteri Komdigi Raka Angga Prabowo (kanan) menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menetapkan target ambisius untuk kecepatan internet di Indonesia pada tahun 2026. Pemerintah berencana mempercepat capaian target kecepatan internet yang seharusnya baru terealisasi pada 2028 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), kini ditarik maju menjadi tahun ini.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan, target kecepatan internet seluler (mobile broadband) didorong mencapai 80 Mbps, sementara internet kabel (fixed broadband) ditargetkan menyentuh 64 Mbps.

“Kecepatan mobile broadband di seluruh ibu kota provinsi Indonesia di tahun 2025 mencapai 63,51 Mbps. Ini kita akan dorong untuk tahun 2026 menjadi 80 Mbps, atau melakukan percepatan dari target yang seharusnya di 2028,” ujar Meutya dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI yang disiarkan daring, Senin (26/1/2026).

Untuk fixed broadband, rata-rata kecepatan saat ini tercatat 51,84 Mbps. Target 64 Mbps yang dicanangkan untuk 2026 ini sejatinya merupakan target RPJMN untuk tahun 2027.

Perbandingan Data dan Perluasan 5G 

Sebagai pembanding independen, data Ookla per Desember 2025 menunjukkan angka yang sedikit lebih rendah. Kecepatan unduh mobile rata-rata di angka 52,73 Mbps dan fixed broadband di angka 44,38 Mbps.

Selain kecepatan, Meutya juga memaparkan perluasan infrastruktur. Penetrasi 4G ditargetkan naik tipis menjadi 99,05 persen dari posisi saat ini 98,95 persen. Fokus utama pemerintah ada pada perluasan 5G yang ditargetkan mencakup 8,5 persen luas permukiman, naik dari 6,33 persen di tahun 2025.

“Terkait dengan rencana kami untuk menggelar lelang dari frekuensi 5G, mudah-mudahan di target 2026 ini bisa kita capai,” tuturnya.

Pemerintah juga akan memperluas jangkauan fiber optik hingga mencakup 82 persen atau menargetkan kenaikan dari cakupan saat ini yang berada di 72,22 persen (5.253 kecamatan). Program “Kampung Internet” juga akan digenjot dua kali lipat menjadi 2.194 titik, serta persiapan operasional internet murah berbasis frekuensi 1,4 GHz yang ditargetkan melayani 10,8 juta rumah tangga pada 2030.