Warga menyapa tim dan ofisial Persib Bandung saat konvoi juara BRI Super League 2025-2026 di Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kabar mengejutkan menghantam sang jawara Super League 2025/2026, Persib Bandung. Di tengah masa persiapan menatap musim baru, skuad berjuluk Maung Bandung tersebut resmi dijatuhi sanksi berat oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) berupa larangan melakukan pendaftaran pemain baru di bursa transfer.
Kepastian hukuman ini telah dipublikasikan secara terbuka melalui portal resmi FIFA Registration Bans. Merujuk pada data di laman tersebut, sanksi penangguhan transfer bagi Persib mulai berlaku efektif sejak 29 Mei 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Status ini membuat manajemen Pangeran Biru lumpuh sementara dalam merekrut amunisi anyar.
Akar Masalah: Sengketa Kontrak Daisuke Sato
Hukuman tegas dari otoritas tertinggi sepak bola dunia ini rupanya merupakan buntut panjang dari sengketa masa lalu antara pihak klub dengan mantan legiun asing mereka asal Filipina, Daisuke Sato.
Berdasarkan catatan kronologis, konflik bermula ketika kontrak Sato sebagai bek kiri diakhiri lebih cepat pada tahun 2023 silam. Saat itu, posisi Sato terpinggirkan dan manajemen memilih mendaftarkan rekan senegaranya, Kevin Ray Mendoza.
Merasa dirugikan atas pemutusan kesepakatan tersebut, Sato melayangkan gugatan resmi ke meja FIFA. Hasilnya, FIFA memenangkan pihak pemain dan menjatuhkan putusan agar Persib membayar biaya kompensasi senilai Rp3 miliar.
Persib sempat melakukan upaya hukum dengan menggugat balik keputusan tersebut, namun sayangnya ditolak oleh FIFA.
Sesuai dengan putusan yang dirilis pada 22 September 2024, Persib diberikan tenggat waktu selama 45 hari untuk melunasi biaya kompensasi tersebut. Kegagalan manajemen menyelesaikan kewajiban finansial ini hingga batas waktu yang telah ditentukan, pada akhirnya memicu turunnya palu sanksi larangan pendaftaran pemain dari FIFA.
Klarifikasi Manajemen PT PBB
Menyikapi polemik yang mencuat ke publik, manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) langsung angkat bicara. Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima salinan sanksi dari FIFA.
Meski demikian, Adhitia menekankan kepada publik dan Bobotoh agar tidak salah sangka. Ia mengklarifikasi bahwa sanksi ini murni merupakan imbas dari sengketa terminasi kontrak satu pemain, dan sama sekali bukan indikasi krisis finansial klub seperti penunggakan gaji.
“Perlu kami jelaskan bahwa keputusan tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada tahun 2023,” urai Adhitia seperti dilansir dari laman resmi Persib.
“Dengan demikian, persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain, ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak,” pungkasnya menegaskan.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













