Babak Baru Skandal Epstein: Polisi Geledah Kediaman Pangeran Andrew, Sang ‘Anak Emas’ Kini di Titik Nadir

Prahara yang melilit Andrew Mountbatten-Windsor tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat. Setelah dunia dikejutkan dengan foto penangkapannya yang bertepatan dengan hari ulang tahun ke-66, kini giliran kediaman sang mantan pangeran yang ‘diobok-obok’ oleh pihak kepolisian pada Jumat (20/2/2026).

Operasi penggeledahan ini merupakan buntut panjang dari tersebarnya foto Andrew saat meninggalkan kantor polisi Aylsham. Foto yang memperlihatkan gurat kehancuran di wajah pria yang pernah disebut sebagai anak kesayangan mendiang Ratu Elizabeth II itu kini menghiasi halaman depan surat kabar ternama di seluruh dunia dengan tajuk utama yang seragam: ‘Kehancuran’.

Dua Lokasi Jadi Sasaran Penggeledahan

Berdasarkan laporan Reuters, tim penyidik menyasar dua lokasi krusial. Pertama adalah bekas kediamannya di Windsor, barat London, yang sejak lama memang menjadi sorotan terkait hubungannya dengan predator seksual Jeffrey Epstein. Lokasi kedua adalah Wood Farm di Sandringham, Norfolk, tempat Andrew menghabiskan hari-harinya pasca-pencopotan gelar kerajaan.

Langkah agresif kepolisian ini dilakukan setelah Andrew menjalani pemeriksaan maraton selama lebih dari 10 jam pada Kamis lalu. Ia ditangkap atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik yang sangat serius: membocorkan dokumen rahasia negara kepada Jeffrey Epstein saat ia masih menjabat sebagai utusan perdagangan Kerajaan Inggris (UK Trade Envoy).

post-cover

Jerat Dokumen Rahasia: Dari Afghanistan hingga Singapura

Meski Andrew secara konsisten membantah melakukan pelanggaran hukum, rilis jutaan dokumen oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Januari lalu seolah menjadi ‘peluru kendali’ bagi kariernya.

Dokumen-dokumen tersebut mengungkap fakta mengejutkan. Andrew diduga tetap menjalin komunikasi intens dengan Epstein jauh setelah sang financier divonis bersalah atas kasus prostitusi anak di bawah umur pada 2008. Lebih fatal lagi, terdapat catatan yang menunjukkan Andrew mengirimkan laporan internal pemerintah Inggris mengenai peluang investasi di Afghanistan kepada Epstein.

Tak hanya itu, penilaian ekonomi tentang Vietnam, Singapura, dan beberapa lokasi lain yang dikunjungi Andrew dalam kapasitasnya sebagai Perwakilan Khusus Pemerintah juga ditemukan dalam tumpukan dokumen tersebut.

Raja Charles III: “Hukum Harus Berjalan”

Situasi ini jelas menempatkan Istana Buckingham dalam posisi yang sangat sulit. Raja Charles III, yang tahun lalu mengambil langkah berani dengan mencopot gelar pangeran adiknya, menyatakan rasa prihatin yang mendalam atas penangkapan tersebut.

Namun, Raja Charles menegaskan bahwa institusi monarki tidak akan memberikan keistimewaan hukum bagi siapa pun. 

“Hukum harus berjalan sebagaimana mestinya. Proses yang penuh, adil, dan tepat akan dilakukan oleh otoritas yang berwenang,” tegas sang Raja.

Ancaman Penjara Seumur Hidup

Meskipun hingga saat ini Andrew belum secara resmi didakwa, penggeledahan masif di dua rumahnya menunjukkan bahwa polisi memiliki bukti permulaan yang cukup kuat. Saat dilepaskan dari tahanan sementara, Andrew tampak tertekan. Duduk lesu di belakang kemudi Range Rover dengan mata merah dan tatapan kosong, ia seolah tak percaya bahwa hidupnya kini berada di ujung tanduk.

Jika kasus ini bergulir ke Crown Court dan terbukti bersalah atas pelanggaran jabatan publik terkait kerahasiaan negara, Andrew menghadapi ancaman hukuman maksimal yang sangat mengerikan: penjara seumur hidup.