Petugas mengisi bahan bakar biodiesel B50 ke bus di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026). (Foto: Antara/Abdan Syakura)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) biodiesel B50 disebut tidak menuntut perubahan besar dalam perawatan kendaraan diesel. Namun, pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan beberapa komponen tetap perlu dipantau agar kinerja kendaraan tetap optimal.
Ia menyebut pengalaman penggunaan B30 dan B40 di Indonesia sebelumnya membuat kendaraan diesel telah beradaptasi dengan kandungan biodiesel. Dengan demikian, transisi menuju B50 tidak lagi menimbulkan efek pembersihan endapan yang besar seperti pada tahap awal penerapan biodiesel dahulu.
“Perawatan kendaraan berbahan bakar B50 tidak jauh berbeda dengan B40, intinya tetap memerlukan kedisiplinan. Karena sudah terbiasa dengan B30 lalu ke B40, efek pembersihan endapan lama saat naik ke B50 menjadi jauh lebih kecil, sehingga filter bahan bakar tidak perlu diganti secara drastis di awal,” kata Yannes seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/7/2026).
Yannes pun menyarankan pemilik kendaraan untuk tetap mempertahankan interval penggantian filter bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Pada kendaraan yang sudah berusia lebih tua, penggantian filter dapat dilakukan sedikit lebih sering sebagai langkah antisipasi.
Filter Bahan Bakar Jadi Kunci Utama
Meski tidak perlu diganti lebih awal, peneliti ITB yang berfokus meriset desain otomotif dan ekosistemnya itu menilai filter bahan bakar tetap menjadi komponen yang paling membutuhkan perhatian selama penggunaan B50.
Komponen tersebut merupakan bagian yang paling sensitif dalam sistem penyaluran bahan bakar, sehingga kondisinya perlu dipantau secara berkala.
“Filter bahan bakar tetap menjadi komponen paling sensitif dan sebaiknya dipantau kondisinya,” ujar Yannes.
Waspadai Risiko Degradasi Komponen Karet
Selain filter bahan bakar, Yannes mengatakan komponen berbahan karet seperti seal, O-ring, dan selang bahan bakar juga perlu diperiksa saat servis berkala. Menurut dia, biodiesel B50 memiliki sifat yang sedikit lebih agresif, sehingga komponen-komponen tersebut berpotensi mengalami degradasi lebih cepat dalam jangka panjang.
“Komponen karet masih berisiko mengalami degradasi lebih cepat dalam jangka panjang, sehingga perlu dicek saat servis berkala,” imbuhnya.
Ia menambahkan, sistem injeksi dan pompa tekanan tinggi pada mesin diesel yang telah menggunakan teknologi common rail juga termasuk komponen yang memerlukan perhatian ekstra. Bersama filter bahan bakar dan komponen karet, kedua kompartemen tersebut wajib dipantau agar sistem bahan bakar tetap bekerja dengan baik selama menenggak B50.
Di samping memeriksa komponen-komponen tersebut, Yannes juga menyarankan pengguna untuk selalu menjaga kebersihan tangki bahan bakar serta menghindari penyimpanan B50 dalam waktu yang terlalu lama agar kualitasnya tetap terjaga.
Servis rutin di bengkel resmi atau bengkel yang memahami karakteristik biodiesel juga tetap sangat dianjurkan. Menurut Yannes, penerapan langkah-langkah pencegahan tersebut sudah cukup untuk menjaga keandalan kendaraan diesel saat menggunakan B50.
“Dengan perawatan normal yang konsisten, kendaraan diesel kita dapat menggunakan B50 dengan aman dan optimal,” jelas Yannes.
Siap Meluncur Serentak Bulan Ini
Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan seluruh sektor siap menerapkan kebijakan wajib B50 menjelang peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli 2026 ini.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa kesiapan untuk mengimplementasikan B50 akan dilaksanakan secara serentak di semua sektor.
B50 sendiri sejauh ini telah sukses diujicobakan di berbagai moda kendaraan dan lini industri, mulai dari alat berat, kapal laut, kereta api, hingga sejumlah kendaraan operasional tambang seperti ekskavator dan alat pertanian.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













