Kepolisian berbicara peluang adanya tersangka baru dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah yang menyeret PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group. Hal itu menyusul pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk dari kalangan influencer.
Belakangan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya tengah memeriksa selebgram Karin Novilda atau yang akrab disapa Awkarin, Senin (29/6/2026) petang.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Bhudi Hermanto mengatakan penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam perkara tersebut. Karena itu, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi masih terus dilakukan.
“Ini masih didalami apakah ada keterlibatan-keterlibatan, makanya dari penyidik masih melakukan permintaan keterangan dari beberapa saksi,” kata Bhudi saat disinggung apakah ada tersangka baru yang telah ditetapkan kepolisian.
Bhudi belum merinci pihak-pihak yang berpotensi ditetapkan sebagai tersangka baru. Ia menegaskan proses penyidikan masih terus berjalan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi dan alat bukti yang diperlukan.
Sebelumnya, setelah sempat absen dalam dua pemanggilan penyidik, Awkarin akhirnya datang memenuhi panggilan pemeriksaan pada Senin sekitar pukul 16.30 WIB.
“Ya, yang pertama memang saksi influencer Awkarin dipanggil dan dijadwalkan oleh yang bersangkutan untuk beberapa kali pemanggilan, jadwal, di-reschedule dan hari ini,” kata Bhudi.
“Diketahui bahwa pukul 16.30 WIB ya, baru hadir dan ini mungkin menjalani beberapa proses pertanyaan dari teman-teman penyidik,” katanya.
Hingga saat ini, pantauan Inilah.com di lokasi, Awkarin masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Nanti kami akan update kepada teman-teman sekalian atas beberapa pertanyaan, sampai kapan proses pemeriksaan ini berlangsung,” katanya.
Kasus Hanania Travel mencuat setelah sejumlah calon jemaah melaporkan dugaan penipuan terkait perjalanan umrah yang tak kunjung diberangkatkan. Travel tersebut sebelumnya dipromosikan di media sosial melalui sejumlah influencer, termasuk figur publik seperti Awkarin.
Promosi yang masif membuat banyak masyarakat tertarik menggunakan jasa travel tersebut. Namun, belakangan muncul keluhan terkait ketidakjelasan keberangkatan hingga dugaan kerugian finansial yang dialami calon jemaah.
Saat ini, aparat kepolisian tengah mendalami kasus tersebut, termasuk membuka peluang untuk memeriksa kembali para influencer guna mengungkap ada tidaknya unsur kesengajaan atau keterlibatan lebih jauh dalam dugaan penipuan.










