Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) menyapa calon penumpang saat meninjau kesiapan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Terminal 1 C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (22/12/2025). (Antara Foto/Muhammad Iqbal/rwa).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan pemerintah membentuk Komite Nasional Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) untuk menangani berbagai proyek tersebut. Direncanakan, rute proyek itu akan diperluas hingga Surabaya.
Dia menyebut, komite nasional ini berperan dalam pengambilan langkah strategis dan taktis terkait pengembangan proyek kereta. Adapun komite nasional bakal diketuai oleh Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.
“Ya konsepnya ini karena kan pemerintahan baru ini dan juga nanti ada rencana pengembangan Jakarta sampai dengan Surabaya. Jadi nanti ada bisa dikatakan komite yang melibatkan banyak kementerian yang lainnya. Tentu Kemenko Infrastruktur menjadi bisa dikatakan koordinatornya lah begitu,” ujar AHY kepada wartawan, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Komite Nasional tersebut akan melibatkan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Keuangan, dalam penanganan anggaran. Dia juga mengaku mengambil pelajaran dari proyek KCJB dalam pengambilan keputusan untuk pengembangan rute ke Surabaya.
“Termasuk juga dipastikan agar tidak ada permasalahan dalam perencanaan maupun eksekusinya. Jadi kita akan pelajari apa yang menjadi pengalaman Jakarta–Bandung. Kalau ada yang kurang pas ya tentu bisa menjadi pelajaran buat kita,” jelasnya.
Dia juga mengungkapkan akan melakukan perbandingan dengan negara maju dalam pengembangan rute kereta cepat. Kata dia, pengembangan rute masih membutuhkan diskusi lebih jauh.
“Sekaligus juga kita terus melakukan benchmark terhadap negara-negara maju atau negara-negara lain yang sudah lebih advance mengembangkan jalur-jalur konektivitas kereta cepatnya,” ucapnya.
“Ya tentu ini akan masih butuh diskusi dan juga koordinasi yang lebih ketat lagi. Kami fokusnya tadi memang masih pada bagaimana kita duduk bersama lagi dengan Danantara untuk restrukturisasi keuangan Jakarta–Bandung,” tambahnya.













