Agar Ekonomi Tumbuh Tinggi, Bos Bapanas Konsisten Jaga Harga Pangan

Iwan Medium.jpeg

Minggu, 8 Februari 2026 – 21:32 WIB

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng menjelang bulan puasa, di Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Foto: Dok. Bapanas).

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng menjelang bulan puasa, di Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Foto: Dok. Bapanas).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, paham betul bagaimana menjaga perekonomian nasional bisa tumbuh tinggi. Kuncinya adalah jaga daya beli dengan stabilisasi harga pangan.

“Guna menjaga daya beli masyarakat, Badan Pangan Nasional mendukung pelaksanaan program stimulus ekonomi. Terlebih Bapanas didaulat untuk menjaga hilir dari rantai pasok pangan agar masyarakat dapat memperoleh akses pangan yang terjangkau,” kata Amran di Jakarta, dikutip Minggu (8/2/2026).

Pada 2025, kata dia, saat menjalankan program stimulus ekonomi kuartal III, Bapanas menugaskan Perum Bulog untuk penyaluran bantuan pangan. Mulai Juli, bantuan pangan beras 20 kilogram (kg) diberikan gratis ke masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) untuk alokasi 2 bulan.

Realisasinya sampai November 2025, menjangkau lebih dari 18 juta KPM di seluruh Indonesia. Anggaran yang telah dikucurkan pemerintah untuk program prorakyat tersebut mencapai Rp4,97 triliun.

Tak berhenti di situ, kata dia, pemerintah kembali menggulirkan program bantuan pangan sebagai bagian dari stimulus ekonomi kuartal keempat tahun 2025.

“Tidak hanya beras yang disalurkan, tapi juga MinyaKita, sehingga paket bantuan terdiri a tasberas 20 kg dan MinyaKita 4 liter bagi setiap KPM untuk alokasi 2 bulan,” ujarnya,

Sampai akhir Desember 2025, realisasi penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng itu telah mencapai lebih dari 17 juta KPM. Total anggaran yang dialokasikan pemerintah terhadap program bantuan pangan itu sekitar Rp 6,5 triliun.

Menurutnya, program bantuan pangan itu menjadikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat lebih terbantukan dalam pengeluaran konsumsi sehari-harinya. Daya beli masyarakat semakin terjaga dengan roda ekonomi terus berjalan.

“Ingat kalau pangan bermasalah, negara bermasalah. Sesuai perintah Bapak Presiden, untuk stabilkan harga. Kita jaga harga pangan sampai Ramadhan selesai. Fokus kita sekarang memastikan stabilisasi harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Amran.

Amran memastikan pemerintah akan melanjutkan program bantuan pangan beras dan minyak goreng untuk kuartal pertama di tahun 2026. Bahkan, jumlah KPM ditingkatkan secara eksponensial hingga 33,2 juta KPM dari sebelumnya yang 18 juta KPM.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat cukup baik dengan capaian 5,11 persen, menjadi tingkat tertinggi sejak 2023, menunjukkan pemulihan ekonomi nasional yang terus berlanjut stabil.

Pada triwulan IV 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen secara tahunan dibandingkan periode sama 2024. Angka tersebut menjadi pertumbuhan triwulan IV tertinggi sejak pandemi COVID-19 berakhir.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan pertumbuhan tersebut mencerminkan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, terutama didorong oleh aktivitas domestik yang tetap terjaga sepanjang tahun 2025.

Secara keseluruhan, sepanjang 2025 konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 2,62 persen, menegaskan peran penting belanja masyarakat dalam menopang perekonomian nasional.

BPS juga melaporkan konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang utama Produk Domestik Bruto dengan kontribusi sekitar 53,8 persen dan mencatat pertumbuhan sebesar 4,98 persen selama tahun 2025.

Menurut BPS, tren positif tersebut dipengaruhi daya beli masyarakat yang tetap terjaga, didukung kebijakan stimulus ekonomi pemerintah yang secara konsisten diberikan setiap kuartal sepanjang tahun 2025.

BPS menegaskan konsumsi rumah tangga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran, dengan pertumbuhan 5,11 persen pada triwulan IV dan kontribusi terbesar terhadap struktur PDB nasional.