Kasus ISPA yang masih tinggi mendorong meningkatnya perhatian terhadap kualitas udara di dalam rumah. Teknologi filtrasi udara dinilai dapat membantu mengurangi paparan partikel berbahaya. (Foto: Inilah.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan memburuknya kualitas udara di sejumlah kota besar membuat perhatian masyarakat mulai bergeser. Jika sebelumnya polusi udara di luar ruangan menjadi fokus utama, kini kualitas udara di dalam rumah juga dinilai tak kalah penting karena sebagian besar aktivitas sehari-hari dilakukan di dalam ruangan.
Melihat perubahan kebutuhan tersebut, Sharp Indonesia memperkenalkan AIREST, pendingin udara yang menggabungkan fungsi AC dan pemurni udara dalam satu perangkat.
Produk ini menjadi AC split pertama di dunia yang menggunakan MERV 14 Certified Filter, standar filtrasi yang lazim digunakan pada bangunan dengan kebutuhan kualitas udara tinggi.
President Director PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka, mengatakan kebutuhan konsumen kini tidak lagi sebatas mencari pendingin ruangan.
“Hari ini masyarakat tidak lagi membeli AC hanya untuk membuat ruangan menjadi dingin. Mereka menginginkan rumah yang nyaman, sehat, hemat energi, dan tetap indah dipandang,” ujarnya saat peluncuran produk di Jakarta, Rabu (5/8).
Polusi Tidak Berhenti di Luar Rumah
Dokter Spesialis Paru dari PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Efriadi Ismail, Sp.P(K), mengatakan masyarakat masih memiliki anggapan keliru bahwa udara di dalam rumah selalu lebih bersih dibandingkan udara luar.
Menurutnya, partikel polusi dapat masuk melalui pintu, jendela, maupun terbawa pada pakaian setelah seseorang beraktivitas di luar rumah.
“Kita tidak tinggal di bunker. Polutan dari luar tetap bisa masuk ke dalam rumah. Bahkan partikel yang menempel di pakaian juga bisa terbawa masuk dan memengaruhi kualitas udara di dalam ruangan,” kata dr. Efriadi kepada Inilah.com.
Ia menjelaskan partikel berukuran sangat kecil, seperti PM2.5, dapat lolos dari penyaringan alami tubuh dan masuk hingga ke saluran pernapasan. Karena itu, perangkat dengan sistem filtrasi udara dinilai dapat menjadi salah satu upaya mengurangi paparan partikel tersebut.
Kesadaran Masyarakat Mulai Bergeser
Sharp menyebut masyarakat menghabiskan sekitar 90 persen waktunya di dalam ruangan, sementara kualitas udara di dalam rumah belum tentu lebih baik dibandingkan udara luar. Debu halus, alergen, bakteri, virus hingga polutan dapat terus bersirkulasi apabila tidak ditangani dengan baik.
AC & Purifier Product Strategy Manager Sharp Indonesia, Yudha Eka Putra, mengatakan perusahaan ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya berfungsi sebagai pendingin ruangan, tetapi juga membantu menjaga kualitas udara.
Perubahan tren tersebut, menurut Sharp, menunjukkan bahwa konsumen mulai mempertimbangkan aspek kesehatan sebagai salah satu faktor penting saat memilih perangkat elektronik rumah tangga, seiring meningkatnya kesadaran terhadap dampak polusi udara terhadap kesehatan keluarga.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













