Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kiri) bersama Pelatih Timnas Indonesia John Herdman (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).(Foto: Antara/Galih Pradipta/kye)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menanggapi bentroknya jadwal Piala Presiden 2026 dengan Piala AFF atau ASEAN Championship 2026.
Piala Presiden 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026, sedangkan Piala AFF 2026 akan bergulir mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Bentroknya dua turnamen tersebut membuat klub peserta Piala Presiden 2026 berpotensi tidak tampil dengan kekuatan terbaik, mengingat Timnas Indonesia juga akan bertanding pada periode yang sama.
Asal tahu saja, total ada delapan tim yang tampil di Piala Presiden 2026. Lima di antaranya merupakan klub lokal, yakni Persib Bandung, Arema FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSMS Medan.
Tiga tim lainnya berasal dari negara tetangga, yaitu Port FC (Thailand), Tampines Rovers (Singapura), dan DPMM FC (Brunei Darussalam).
“Kami tentu di PSSI, makin banyak pertandingan makin bagus buat jam terbang klub dan pemain. Tetapi juga kami pastikan menghitung daripada maksimal masing-masing pemain untuk recovery,” kata Erick di Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Erick menegaskan, sejak awal klub-klub yang pemainnya dipanggil untuk membela Timnas Indonesia, khususnya pada Piala AFF 2026, sudah sepakat untuk berjalan beriringan. Artinya, pemain yang mendapat panggilan Timnas tentu akan dilepas untuk memperkuat skuad Garuda.
“Untuk AFF sendiri, sudah pasti sejak awal klub-klub dan liga bersepakat bahwa bagaimana liga dan Timnas ini harus jalan bersamaan, ya tidak masing-masing. Tetapi Tim Nasional itu menjadi penting,” katanya.
“Karena itu, untuk AFF sendiri yang tim nasional kan sekarang sudah mulai TC. Terus ada break recovery 3-4 hari, ada TC lagi. Langsung mereka akan tanding,” ungkapnya menambahkan.
Meski demikian, Erick menilai Piala Presiden 2026 tetap penting bagi klub-klub, terutama peserta Super League, untuk menguji kesiapan tim sebelum menghadapi kompetisi musim depan.
“Nah, tapi bagaimana para pemain tentu Indonesia ataupun klub-klub yang memang hari ini juga sedang mempersiapkan untuk liga, saya rasa ini menjadi ajang yang sangat baik untuk mereka mulai mencoba timnya,” katanya.
“Tadi saya bisik-bisik sama Nando (Ernando Ari) timnya bagus, Persebaya?’ ‘Bagus’ katanya. ‘Wah, kalau gitu mudah-mudahan bisa bersaing juga dengan Port FC’ gitu, apalagi tuan rumah.
Erick juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kompetisi dengan tetap memperhatikan komposisi pemain dan masa pemulihan mereka.
“Nah, hal-hal seperti ini tentu kami jaga kesinambungannya dengan menghitung juga bagaimana tadi komposisi pemain dan juga recovery pemain. Ya, jadi itu yang kita jaga. Tapi jam terbang, jumlah pertandingan harus makin banyak, tetapi juga waktu recovery juga harus benar gitu,” kata dia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












