Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah langkah Oranje terhenti pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut diumumkan Koeman sehari setelah Belanda disingkirkan Maroko melalui drama adu penalti.
Belanda Tersingkir Lewat Adu Penalti
Belanda harus mengakhiri perjalanan mereka setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit sebelum kalah 2-3 melalui adu penalti di Estadio Monterrey.
Cody Gakpo sempat membawa Belanda unggul pada menit ke-72. Namun, bek Maroko Issa Diop mencetak gol penyeimbang melalui sundulan pada penghujung pertandingan sehingga laga berlanjut ke babak tambahan.
Dalam adu penalti, Neil El Aynaoui, Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Achraf Hakimi sama-sama gagal menjalankan tugasnya.
Penendang terakhir Belanda, Crysencio Summerville, juga gagal mencetak gol. Sebaliknya, gelandang Maroko Ismael Saibari sukses mengeksekusi penalti penentu yang membawa Singa Atlas melaju ke babak 16 besar.
Kekalahan tersebut membuat Belanda kembali tersingkir lewat adu penalti dalam tiga partisipasi Piala Dunia terakhir mereka.
Koeman Akui Bertanggung Jawab
Melalui unggahan di media sosial, Koeman menyatakan telah memutuskan mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih tim nasional.
“Tadi malam saya mengambil keputusan untuk mengakhiri masa jabatan saya sebagai pelatih kepala tim nasional Belanda,” tulis Koeman.
Pelatih berusia 63 tahun itu mengaku sangat kecewa gagal membawa Belanda mewujudkan impian menjadi juara dunia.
“Kami semua bermimpi menjalani Piala Dunia dengan menorehkan sejarah. Itu tidak berhasil. Tidak ada seorang pun yang lebih kecewa daripada saya. Sebagai pelatih kepala, saya memikul tanggung jawab itu,” ujarnya.
Singgung Kondisi Sang Istri
Dalam pernyataannya, Koeman juga mengungkap alasan pribadi yang memengaruhi keputusannya.
Ia mengatakan beberapa tahun terakhir membuatnya menyadari bahwa ada hal yang jauh lebih penting daripada sepak bola, terutama setelah sang istri, Bartina, berjuang melawan kanker payudara.
“Sepak bola adalah hidup saya, tetapi kesehatan tidak ternilai harganya. Ketika seseorang yang Anda cintai sedang berjuang melawan penyakit berat, cara pandang Anda terhadap hidup berubah,” katanya.
Koeman mengungkapkan rasa terima kasih kepada istrinya yang tetap memberikan dukungan penuh selama dirinya menangani Timnas Belanda meski sedang menjalani proses pengobatan.
Tinggalkan Warisan Bersama Oranje
Koeman menjalani dua periode sebagai pelatih Timnas Belanda, dipisahkan oleh masa kepelatihannya di FC Barcelona.
Selama menangani Oranje, ia membawa Belanda menjadi runner-up Liga Negara UEFA 2018–19 serta menembus semifinal Kejuaraan Eropa UEFA 2024.
Dalam pesan penutupnya, Koeman juga menyampaikan terima kasih kepada para pemain, staf pelatih, federasi sepak bola Belanda, klub-klub yang pernah dibelanya, serta para pendukung Oranje.
“Saya pergi dengan perasaan campur aduk. Tentu saya ingin mengakhiri perjalanan ini dengan gelar juara dunia. Sayangnya mimpi itu tidak terwujud. Namun yang paling saya rasakan adalah rasa bangga atas semua yang telah diberikan sepak bola dalam hidup saya,” tutup Koeman.









