Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan keterangan media di Hambalang, Bogor, Jakarta, Jumat (19/6/2026). (Foto: Antara/Maria Cicilia Galuh)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Regulasi mengenai kehadiran suporter tamu pada Super League musim 2026/2027 mulai mendapat kelonggaran.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan, mulai musim depan aturan yang sebelumnya melarang kehadiran suporter away berpeluang dilonggarkan.
Meski begitu, kebijakan tersebut tetap disertai sejumlah syarat yang harus dipenuhi klub dan operator liga.
“Liga kemarin sudah presentasi ke kami ke PSSI, bahwa ada nanti kelenturan mengenai suporter away. Tetapi tetapi ada catatan. Tentu klub harus bertanggung jawab secara menyeluruh,” kata Erick di Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Erick menjelaskan, PSSI tidak mudah mendapatkan persetujuan dari FIFA untuk melonggarkan regulasi terkait suporter tamu. Apalagi, pada musim lalu masih terjadi sejumlah insiden yang melibatkan suporter.
“Karena tidak mudah melobi FIFA. Ya, dan kita tahu tahun kemarin masih banyak kejadian suporter away yang diargumentasikan kejadiannya di luar stadion, enggak ada. Jadi tidak ada alasan itu,” katanya.
Erick menegaskan, dirinya tidak ingin bentrokan antarsuporter kembali terjadi pada musim mendatang. Terlebih, sepak bola Indonesia masih menyimpan luka akibat tragedi Kanjuruhan yang merenggut sekitar 135 korban jiwa.
“Dan tentu dengan kerja keras PSSI dipercaya FIFA, jangan sampai kepercayaan ini luntur lagi karena peristiwa-peristiwa yang tentu menyeramkan, yang pernah menjadi noda hitam dan tidak akan pernah terlupakan buat bangsa kita dan tentu sepak bola dunia,” katanya.
Menurut Erick, kelonggaran tersebut merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijaga bersama oleh operator liga, I.League dan seluruh klub Super League.
“Nah, risiko itu sudah mulai diberikan, tetapi tentu saya bilang liga tanggung jawab ya. Dan klub-klub tanggung jawab. Karena ini kan tuntutan daripada masing-masing klub dan liga. Jadi ada kelenturan,” tuturnya lagi.
Lebih jauh, Erick juga mengingatkan, FIFA sewaktu-waktu bisa mencabut kembali kebijakan tersebut apabila terjadi pelanggaran atau insiden yang melibatkan suporter.
“Saya minta liga dan klub bertanggung jawab dengan tadi keputusannya kalau ini ada away dan sewaktu-waktu itu bisa dicabut kembali. Karena itu liga kemarin tentu mereka melihat kelenturan daripada hubungan masing-masing suporter mungkin, tahap awalnya,” ujarnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












