Neraca Perdagangan Jabar Januari – Mei 2026 Surplus US$11,31 Miliar

Mia Medium.jpeg

Kamis, 2 Juli 2026 – 12:06 WIB

Gedung Sate, lambang Kota Bandung yang merupakan Ibu Kota Jawa Barat. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Ismail Rajo)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Neraca perdagangan Jawa Barat mengalami surplus US$11,31 miliar selama Januari 2026 hingga Mei 2026. Kondisi itu terjadi berkat nilai ekspor lebih besar dibandingkan impor pada periode tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, nilai ekspor Jawa Barat Januari-Mei 2026 mencapai US$15,97 miliar atau naik 3,71 persen dibanding periode yang sama pada 2025. 

Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$15,87 miliar juga naik 3,85 persen. Sedangkan ekspor migas yang mencapai US$100,27 juta atau turun 14,78 persen.

Nilai ekspor Jawa Barat Mei 2026 mencapai US$3,40 miliar atau naik 2,10 persen dibanding ekspor Mei 2025. Ekspor nonmigas Mei 2026 mencapai US$3,37 miliar atau naik 2,21 persen dibanding Mei 2025.

“Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari-Mei 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah Golongan Mesin dan Peralatan Mekanis sebesar US$ 296,93 juta (25,27 persen),” ujar Margaretha dalam acara Rilis Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Sementara yang mengalami penurunan terbesar adalah Golongan Karet dan Barang dari Karet sebesar US$94,41 juta (14,64 persen).

Ekspor nonmigas Januari-Mei 2026 terbesar adalah ke Amerika Serikat yaitu US$2,63 miliar, disusul Filipina sebesar US$1,47 miliar dan ke Jepang sebesar US$1,15 miliar dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,08 persen. 

Sementara ekspor ke ASEAN sebesar US$4,37 miliar dan ekspor ke Amerika dan Eropa sebesar US$5,96 miliar.

Kinerja ekspor sektoral Januari-Mei 2026 dibanding periode yang sama tahun 2025 mengalami peningkatan. Sektor Pertanian naik 3,11 persen, sektor Industri Pengolahan naik 3,85 persen, sedangkan sektor Pertambangan dan Migas turun masing-masing 8,84 persen dan 14,78 persen.

Impor Turun

Nilai impor Jawa Barat Januari-Mei 2026 mencapai US$4,66 miliar atau turun 7,08 persen dibanding periode yang sama pada 2025. 

Impor nonmigas mencapai US$4,39 miliar atau naik 1,07 persen sedangkan impor migas mencapai US$262,21 juta atau turun 60,48 persen.

Nilai impor Jawa Barat Mei 2026 mencapai US$0,98 miliar atau turun 4,94 persen dibanding impor Mei 2025. Impor nonmigas Mei 2026 mencapai US$0,95 miliar atau naik 7,38 persen dibanding Mei 2025.

Dari sepuluh komoditas dengan nilai impor nonmigas terbesar Januari-Mei 2026, komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah Golongan Kendaraan dan Bagiannya sebesar US$145,14 juta (42,40 persen). 

Sementara yang mengalami peningkatan terbesar adalah Golongan Mesin dan Perlengkapan Elektronik sebesar US$108,64 juta (16,32 persen).

“Negara pemasok barang impor Nonmigas terbesar selama Januari-Mei 2026 ditempati oleh Tiongkok senilai US$1,82 miliar (41,47 persen), disusul Korea sebesar US$527,67 juta (12,00 persen), dan dari Jepang sebesar US$518,81 Juta (11,80 persen),” kata Margaretha.

Nilai impor Januari-Mei 2026 menurut golongan penggunaan baik Barang Konsumsi, Bahan Baku/Penolong dan Barang Modal turun masing-masing sebesar 5,37 persen, 6,33 persen dan 13,68 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang