Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (kedua kanan) meninjau fasilitas ruang keterampilan di SLB YPPC, Banda Aceh, Aceh, Selasa (23/6/2026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pada tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI bersiap mengalokasikan anggaran besar untuk membiayai 150.000 guru agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 1 (S1) atau Diploma 4 (D4).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa program ini adalah komitmen nyata negara untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para pahlawan tanpa tanda jasa di seluruh Indonesia.
“Pada tahun ini, kita menyediakan beasiswa Rp3 juta per semester bagi masing-masing guru yang belum berpendidikan S1 untuk mengikuti program pendidikan S1,” tegas Abdul Mu’ti di Pangkalpinang, Kamis (2/7/2026) dikutip dari Antara.
Gunakan Sistem RPL untuk Percepatan Kuliah
Fokus utama beasiswa ini diarahkan kepada para guru yang saat ini masih memegang ijazah D1, D2, maupun D3. Untuk mempercepat masa studi tanpa mengorbankan kualitas, Kemendikdasmen akan menggunakan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Melalui sistem RPL, pengalaman mengajar para guru selama bertahun-tahun akan diakui dan dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS), sehingga mereka tidak perlu mengulang mata kuliah dasar dari nol.
Siapkan 5 Pelatihan Krusial: Dari Bahasa Inggris hingga AI
Selain mengebut peningkatan ijazah formal, Abdul Mu’ti membeberkan bahwa Kemendikdasmen juga telah merancang lima program pelatihan masif pada tahun ini guna mendongkrak kompetensi teknis guru di lapangan. Kelima pelatihan tersebut meliputi:
Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
Pelatihan Bimbingan Konseling, yang mewajibkan seluruh guru wali kelas mampu menjalankan fungsi konseling bagi siswanya.
Pelatihan Bahasa Inggris, sebagai langkah persiapan dijadikannya Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada tahun 2027.
Pelatihan Sport Education Model (SEM).
Pelatihan Kecerdasan Buatan (AI) dan Inovasi Terapan (seperti Akuaponik/Koding).
Terkait pelatihan teknologi, Mendikdasmen memberikan catatan khusus. “Saat ini, AI masih menjadi mata pelajaran pilihan. Namun ke depannya, jika jumlah gurunya sudah memadai, maka AI akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas lima SD,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











