Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas dalam taklimat media di Wisma Danantara Indonesia Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Foto: ANTARA/Imamatul Silfia).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengumumkan bahwa seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di dalam ekosistem, telah menyelesaikan penyusunan Laporan Keuangan (Lapkeu) Tahun Buku 2025.
“Danantara turut menyampaikan sejumlah sorotan atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang mencerminkan ketahanan, transformasi dan kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional,” ujar Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Danantara mengumumkan beberapa contoh kinerja perusahaan BUMN yang menunjukkan pertumbuhan positif pada periode April 2025 hingga April 2026.
Rohan menyebut, pemilihan ini tidak dimaksudkan sebagai daftar yang bersifat menyeluruh, melainkan sebagai sorotan atas sejumlah perusahaan BUMN dengan peningkatan kinerja yang menonjol sejak berada dalam ekosistem pengelolaan Danantara.
“Di luar entitas yang ditampilkan, masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif, dan terus menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan Danantara,” ujar mantan Bankir Bank Mandiri itu.
Beberapa contoh perusahaan BUMN yang mencatatkan kinerja positif periode April 2025-April 2026. Sebut saja, PT Pertamina (Persero) mencatatkan peningkatan laba 80 persen secara tahunan alias year on year (yoy), menjadi Rp24,9 triliun per April 2026, dan PT Pupuk Indonesia mencatatkan peningkatan laba 202 persen (yoy) menjadi Rp3,2 triliun per April 2026.
Lalu, Pelindo mencatatkan peningkatan laba 169 persen (yoy) menjadi Rp900 miliar per April 2026, dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan peningkatan laba 15 persen (yoy) menjadi Rp21,2 triliun pada April 2026
Kemudian, PT Krakatau Steel Tbk mencatatkan laba Rp635 miliar pada April 2026 dari sebelumnya rugi Rp981 miliar, dan PT Kimia Farma Tbk mencatatkan laba Rp108 miliar pada April 2026 dari sebelumnya rugi Rp160 miliar.
BUMN yang mencatatkan laba dari sebelumnya rugi tersebut seiring aksi restrukturisasi dan capital support dari PT Danantara Asset Management (DAM)
Selain peningkatan kinerja laporan keuangan, Danantara juga telah mulai merealisasikan mandat investasinya, melalui sejumlah investasi strategis yang didanai antara lain dari dividen BUMN yang diterima pada tahun 2025.
“Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang,” ujar Rohan.
Beberapa investasi strategis yang telah dijalankan, diantaranya pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah, untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global.
Kemudian, proyek Waste-to-Energy (WTE) yang mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, dan mendorong transisi menuju ekonomi hijau.
“Seluruh investasi tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat,” ujar Rohan.
Sementara itu, Rohan menjelaskan untuk Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih berada dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku, dan akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










