Persiapan Asian Games 2026: Indonesia Ikuti 32 Cabor, Kemenpora Kucurkan Rp61 Miliar

Ibnu Medium.jpeg

Kamis, 2 Juli 2026 – 06:54 WIB

Indonesia bersiap hadapi Asian Games 2026 di Jepang dengan mengirim 450 atlet di 32 cabor. Kemenpora kucurkan dana Rp61 Miliar dukung pelatnas multiyears. (Foto: Kemenpora)

Indonesia bersiap hadapi Asian Games 2026 di Jepang dengan mengirim 450 atlet di 32 cabor. Kemenpora kucurkan dana Rp61 Miliar dukung pelatnas multiyears. (Foto: Kemenpora)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kontingen Indonesia mulai memanaskan mesin jelang perhelatan olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2026, yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada September mendatang. Berdasarkan koordinasi lintas sektoral, Tim Merah Putih dipastikan akan berpartisipasi dalam 32 cabang olahraga (cabor).

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, mengungkapkan bahwa kepastian jumlah cabor tersebut merupakan hasil keputusan final dari rapat bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk para pengurus cabang olahraga.

“Nantinya, kami juga sudah mempersiapkan beberapa rencana program yang akan dilakukan di dalam negeri untuk mempersiapkan atlet, jadi semacam program Road to Asian Games 2026,” ujar Todotua dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Kekuatan Kontingen: Capai 600 Orang

Todotua yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM ini merinci, saat ini data sementara menunjukkan ada 411 atlet yang akan diberangkatkan. Namun, angka tersebut sangat berpotensi bertambah menjadi sekitar 450 atlet.

Jika digabungkan dengan sekitar 150 tenaga ofisial, total kekuatan rombongan kontingen Indonesia akan mencapai 600 orang. Beberapa cabor andalan yang dipastikan turut serta antara lain panjat tebing, atletik, dan akuatik.

Untuk menjaga ritme, Tim CdM telah menggelar pertemuan awal dengan seluruh pengurus cabor. Pertemuan lanjutan akan terus diintensifkan guna memantau progres kesiapan atlet dan menjamin terpenuhinya kebutuhan spesifik masing-masing cabor secara optimal.

Menpora Tekankan Sistem Pelatnas Multiyears

Di tempat yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam pembinaan atlet. Ia menegaskan bahwa sistem pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang bersifat jangka panjang (multiyears) adalah kunci utama untuk mendulang prestasi maksimal.

“Tidak mungkin atlet dituntut tampil maksimal dan diminta meraih medali emas kalau pemerintah tidak hadir mendukung pelatnas jangka panjang. Karena itu, Kemenpora mendorong agar pembinaan dilakukan secara berkesinambungan, bukan lagi program yang berganti setiap tahun,” tegas Erick.

Langkah strategis ini, tambah Erick, juga telah mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto serta berbagai federasi olahraga nasional seperti FPTI (Panjat Tebing), PASI (Atletik), dan Pengurus Besar Akuatik Indonesia.

Suntikan Anggaran Rp61 Miliar

Untuk merealisasikan target prestasi di Aichi-Nagoya, Kemenpora telah melakukan penyesuaian anggaran secara bijak. Dari proses restrukturisasi tersebut, pemerintah sukses menghimpun dana sebesar Rp61 miliar.

Dana puluhan miliar tersebut kini telah disalurkan kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan tim CdM untuk membiayai kebutuhan kontingen, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga pusat konsolidasi kontingen yang harus dipersiapkan sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan ke Jepang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang