Kata-kata Harry Kane Usai Antar Inggris Kalahkan Kongo di Piala Dunia 2026

Tim Nasional Inggris sukses melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai melalui ujian berat di babak 32 besar melawan Republik Demokratik Kongo. Kemenangan dramatis 2-1 yang diraih skuad Three Lions, Kamis (2/7) waktu setempat tidak lepas dari magis sang kapten, Harry Kane, yang memborong dua gol balasan di babak kedua.

Inggris sempat berada di ambang mimpi buruk ketika gawang mereka kebobolan lebih dulu oleh gol cepat Brian Cipenga pada menit ketujuh. Namun, ketenangan dan kualitas penyelesaian akhir Kane mengubah jalan cerita bagi skuad asuhan Thomas Tuchel tersebut.

Harry Kane: “Siapa Pun Bisa Menjadi Pahlawan”

Menjadi juru selamat berkat dwigolnya pada menit ke-75 dan ke-86, Harry Kane menolak untuk mengambil seluruh kredit kemenangan. Striker Bayern Munchen itu menegaskan bahwa setiap pemain di dalam tim dituntut untuk selalu siap menjadi penentu.

“Siapa pun bisa memiliki momen sebagai pahlawan, dan hari ini giliran saya. Sepanjang pekan kami juga berbicara untuk tetap menjadi diri sendiri,” ujar Kane, seperti dikutip dari laman resmi FIFA.

Kane tidak menampik bahwa Republik Kongo memberikan perlawanan yang luar biasa alot, terutama penampilan heroik sang penjaga gawang yang menggagalkan banyak peluang emas Inggris.

“Rasanya hebat sekali. Pertandingan yang benar-benar gila. Mereka adalah tim yang tangguh dan setelah jeda minum pertama kami bermain jauh lebih baik,” tambahnya.

Meski sukses memastikan tiket untuk menantang tuan rumah Meksiko di fase selanjutnya, Kane memperingatkan timnya bahwa masih banyak aspek yang perlu dievaluasi. Namun, ia menekankan pragmatisme di fase sistem gugur. “Di fase gugur seperti ini, yang terpenting adalah bisa lolos. Kami sudah memasuki tahap turnamen ketika Anda harus berjuang keras untuk meraih kemenangan, dan itulah yang kami lakukan hari ini.”

Pelatih Kongo: Dihukum oleh Kualitas Pemain Terbaik Dunia

Di kubu seberang, rasa bangga sekaligus penyesalan menyelimuti pelatih Republik Demokratik Kongo, Sebastien Desabre. Juru taktik asal Prancis itu menilai anak asuhnya telah mengeksekusi strategi dengan sangat baik, namun pada akhirnya harus takluk oleh kecemerlangan individu seorang Harry Kane.

“Menjelang akhir pertandingan kami memberikan dua peluang, lalu salah satu pemain terbaik di dunia mencetak dua gol ke gawang kami. Sangat disayangkan,” keluh Desabre usai pertandingan.

Meski langkah timnya di Piala Dunia 2026 harus terhenti, Desabre memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemainnya yang berani tampil menekan dan merepotkan salah satu tim kandidat juara.

Ia memandang kekalahan ini sebagai panggung pembelajaran krusial yang menunjukkan perbedaan jam terbang antara kedua tim.

“Mereka mendapatkan banyak pengalaman dengan menghadapi tim seperti ini. Kami terus belajar dan terus berkembang. Kami akan melanjutkan proses ini dengan tenang,” tutupnya penuh optimisme terkait masa depan sepak bola Kongo.