Suasana Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Inalum yang digelar di Jakarta, Senin (22/6/2026). (Foto: Dok. PT Inalum)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) resmi merombak jajaran kepengurusan teranyarnya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin (22/6/2026), perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor hilirisasi aluminium ini sepakat melakukan penyegaran minor pada kursi nakhoda perseroan.
Dalam hajatan tahunan tersebut, pemegang saham sepakat untuk mempertahankan duet kepemimpinan lama di posisi puncak. Melati Sarnita kembali dipercaya menakhodai perusahaan sebagai Direktur Utama, sementara posisi Komisaris Utama tetap dijaga oleh Musa Bangun.
Hampir tidak ada pergeseran berarti di tubuh Inalum, sebab hampir semua gerbong lama masih mempertahankan posisinya masing-masing. Pemegang saham tercatat hanya melakukan satu pergantian strategis, yaitu pada pos Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Transformasi Bisnis yang kini resmi diamanahkan kepada Kemal Sudiro, menggantikan pejabat sebelumnya, Benny Wiwoho.
“Dengan kepengurusan yang baru, Inalum optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan, memperkuat hilirisasi aluminium nasional, dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Corporate Secretary PT Inalum, Mahyaruddin A.R., dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/6/2026).
Susunan Resmi Direksi dan Komisaris Terbaru PT Inalum
Agar menjadi informasi yang transparan bagi publik dan pasar, berikut adalah susunan lengkap jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT Inalum yang telah ditata rapi berdasarkan keputusan final RUPST Tahun Buku 2025:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Musa Bangun
- Komisaris: Indra Simarta
- Komisaris: Ali Said
- Komisaris: Kardwiyana Ukar
- Komisaris Independen: Hari Soebagijo
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Melati Sarnita
- Direktur Keuangan: Ken Permana
- Direktur Operasi: Ivan Ermisyam
- Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial: Arif Haendra
- Direktur Sumber Daya Manusia & Transformasi Bisnis: Kemal Sudiro
Kinerja Moncer dan Rapor All-Time-High di Usia Emas
Di luar urusan bongkar pasang pengurus, RUPST kali ini sejatinya menjadi panggung pembuktian bagi srikandi kepemimpinan Inalum. Bagaimana tidak, sepanjang Tahun Buku 2025, perusahaan berhasil membukukan kinerja keuangan dan operasional terkuat sepanjang setengah abad alias 50 tahun berdirinya perusahaan.
Tangan dingin manajemen membawa pendapatan perseroan melonjak 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebuah lompatan yang dipicu oleh kokohnya volume penjualan serta tren harga jual komoditas yang bergerak di zona hijau. Alhasil, laba bersih konsolidasian meroket hingga 15 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), diiringi pertumbuhan EBITDA yang merangkak naik 17 persen.
Dari sisi produksi, volume aluminium yang dihasilkan melesat menjadi 280.082 metrik ton (mt) atau naik sekitar 2 persen (yoy). Setali tiga uang, volume penjualan pun ikut terkerek ke angka 280.141 mt.
“Pencapaian Tahun Buku 2025 merupakan hasil dari konsistensi transformasi operasional, peningkatan efisiensi, serta kolaborasi seluruh insan Inalum dan dukungan Grup MIND ID. Kinerja terbaik sepanjang sejarah perusahaan ini menjadi bukti bahwa strategi penguatan daya saing dan hilirisasi yang kami jalankan telah memberikan hasil yang nyata,” kata Mahyaruddin. Efek Instan Proyek Pot Upgrading dan Tata Kelola Sehat
Jika dirunut ke belakang, raihan all-time-high ini bukanlah sebuah kebetulan semata. Moncernya performa operasional dipengaruhi secara instan oleh rampungnya Proyek Pot Upgrading. Proyek strategis ini berhasil mendongkrak kapasitas produksi terpasang menjadi kisaran 274.000 ton per tahun berkat modernisasi teknologi tungku reduksi ke arus 235 kA pada 170 tungku di Potline 2.
Kondisi internal yang prima ini tecermin pula dari raihan Tingkat Kesehatan Perusahaan yang meraih kategori ‘AA’ alias masuk klasifikasi ‘Sehat’, diperkuat oleh Final Rating idAA-/Stable dari lembaga pemeringkat PEFINDO. Indikator Kinerja Utama (KPI) Kolegial perseroan pun bertengger di angka yang cukup memuaskan, yakni 85,54 persen (Audited).
Tak hanya berburu profit, komitmen perseroan terhadap tata kelola yang bersih juga semakin diuji. Nilai adopsi prinsip ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) Inalum melompat ke angka 87,54 persen dari tahun sebelumnya yang hanya berada di level 81,01 persen.
Bergerak selaras dengan itu, sepanjang 2025, dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) disalurkan secara presisi. Mulai dari beasiswa bagi 145 anak bangsa, penanaman 15.000 pohon mangrove, hingga pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tiga titik krusial, membuktikan bahwa Inalum tidak hanya ingin tumbuh besar secara angka, tetapi juga ingin membumi dan mengakar kuat bersama masyarakat sekitar.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













