Pelatih Pantai Gading Semprot Jerman: Kami Kecewa dengan Kurangnya Fair Play

Pelatih tim nasional Pantai Gading, Emerse Faé, melontarkan kritik kepada Jerman setelah timnya kalah dramatis 1-2 pada laga Grup E Piala Dunia FIFA 2026 di BMO Field, Toronto, Sabtu (20/6) waktu setempat.

Faé menyoroti sebuah insiden pada babak kedua yang menurutnya mencerminkan kurangnya sportivitas dari kubu Jerman.

Peristiwa itu terjadi ketika bek Pantai Gading, Wilfried Singo, mengalami cedera dan sengaja membuang bola keluar lapangan agar mendapatkan perawatan medis.

Namun setelah bola dikembalikan ke dalam permainan, bek kiri Jerman Nathaniel Brown tidak mengembalikan penguasaan bola kepada Pantai Gading seperti yang lazim terjadi dalam semangat fair play. Sebaliknya, Jerman langsung melancarkan serangan.

“Saya mengatakan kepadanya untuk tetap rendah hati. Dia bermain sangat bagus dan tidak perlu berbicara buruk kepada kami hanya karena ingin menang,” kata Faé kepada wartawan seusai pertandingan.

“Kami berharap lebih banyak fair play dari Jerman. Kami berharap mereka mengembalikan bola kepada kami ketika Singo cedera. Mereka adalah negara sepak bola besar dan kami banyak belajar dari mereka. Karena itu saya kecewa dengan kurangnya fair play yang mereka tunjukkan,” lanjutnya.

Meski kecewa dengan insiden tersebut, Faé tetap memberikan apresiasi kepada Jerman yang akhirnya berhasil memenangkan pertandingan berkat pengalaman dan ketenangan mereka di momen-momen krusial.

Pantai Gading sempat unggul lebih dulu melalui gol Franck Kessie pada babak pertama. Namun dua gol pemain pengganti Deniz Undav membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan Der Panzer.

“Menurut saya kedua tim sama-sama layak menang dan memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan. Selamat untuk Jerman. Mereka menang karena pengalaman yang mereka miliki,” ujar Faé.

Ia juga menilai timnya sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengamankan hasil positif sebelum akhirnya dihukum oleh efektivitas Jerman di depan gawang.

“Kami bisa mencetak gol kedua ketika skor 1-1, tetapi kami melewatkan kesempatan itu. Sebaliknya mereka memanfaatkan peluang mereka. Undav sangat tenang saat menyelesaikan peluangnya. Itulah pengalaman,” katanya.

Meski gagal memastikan tiket ke babak 32 besar lebih cepat, Pantai Gading masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri.

Les Éléphants kini akan menghadapi Curacao pada laga terakhir fase grup. Kemenangan akan memastikan mereka lolos ke fase gugur tanpa harus bergantung pada hasil pertandingan lain.

Penyerang Pantai Gading Amad Diallo menegaskan timnya tidak akan larut dalam kekecewaan.

“Kami menghormati diri kami sendiri, tetapi kami juga ingin menciptakan sejarah untuk Pantai Gading. Kami akan datang dengan mentalitas yang baik dan mencoba bangkit lagi,” kata pemain yang tampil impresif sepanjang turnamen tersebut.

Saat ini Pantai Gading berada di posisi kedua Grup E dengan tiga poin dari dua pertandingan. Sementara Jerman sudah memastikan diri lolos ke babak 32 besar setelah meraih dua kemenangan beruntun dan memuncaki klasemen dengan enam poin.