Trump Ancam Bombardir Iran Lagi Jika Langgar Kesepakatan Damai

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa negaranya masih membuka kemungkinan melanjutkan operasi militer terhadap Iran apabila Teheran tidak mematuhi ketentuan dalam kesepakatan awal yang baru dicapai kedua negara.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Évian-les-Bains, Prancis. Ia menekankan bahwa memorandum kesepahaman yang menjadi dasar penghentian sementara konflik belum bersifat final dan masih dapat berubah sesuai perkembangan negosiasi.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di sela-sela KTT, Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran.

“Jika saya tidak menyukainya, kami akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di atas kepala mereka,” kata Trump kepada media.

Trump kembali menegaskan ancaman tersebut dengan menyebut tindakan militer dapat kembali dilakukan apabila Iran dianggap tidak mematuhi komitmennya.

“Jika mereka tidak berperilaku baik, kami akan langsung kembali menjatuhkan bom tepat di tengah-tengah kepala mereka,” sambungnya.

Kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran disebut akan memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari. Periode itu dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi kedua negara merundingkan perjanjian yang lebih permanen guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat bulan.

Dalam kerangka kesepakatan awal tersebut, terdapat pula rencana pembukaan kembali Selat Hormuz serta pelonggaran sejumlah pembatasan yang selama ini memengaruhi aktivitas maritim Iran. Namun, rincian lengkap memorandum tersebut belum dipublikasikan kepada umum.

Sejumlah laporan menyebut dokumen itu dijadwalkan diformalkan dalam sebuah upacara di Swiss pada akhir pekan ini, meski sejumlah poin penting masih menjadi bahan pembahasan kedua pihak.

Usai rangkaian KTT G7 berakhir, Trump dijadwalkan menyampaikan perkembangan terbaru terkait kesepakatan tersebut dalam konferensi pers di Prancis pada Rabu malam waktu setempat.