Tekan Impor LPG Rp120 T, Bahlil Siapkan Program Kompor Listrik di Bawah 900 VA

Clara Medium.jpeg

Selasa, 16 Juni 2026 – 17:45 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyiapkan program kompor listrik dengan daya di bawah 900 VA untuk rumah tangga sebagai langkah untuk mengurangi impor LPG.

“Sebagai tahap awal, karena ada beberapa model kompor listrik, yang sekarang kami minta itu di sekitar di bawah 900 kVA, supaya rakyat yang di daerah-daerah, di desa itu bisa pakai,” ujar Bahlil kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Selasa (16/6/2026).

Bahlil mengatakan saat ini Indonesia masih mengimpor 80 persen dari kebutuhan LPG dengan devisa negara yang dikeluarkan sekitar Rp120 triliun setiap tahun.

Namun, dia mengaku belum mengetahui jumlah unit kompor listrik yang akan disiapkan. Dia mengatakan kepastian jumlah itu baru dapat diumumkan pada bulan Agustus.

“Nanti tunggu kita pembahasan anggaran dengan DPR, mungkin di bulan Agustus baru bisa keluar berapa jumlah unit,” jelas dia.

Lebih lanjut, Bahlil juga merespons terkait program kompor listrik yang sempat ditolak oleh masyarakat. Menurutnya, program kompor listrik saat ini teknologinya akan berbeda dengan kompor listrik sebelumnya.

“Ada model kompor listrik yang model baru. Jadi memang semakin ke sini ada teknologi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan teknologi kompor listrik yang lama. Nah kita juga sekarang sedang lagi melakukan penataan terhadap seberapa besar sih perbedaan positif dari kompor listrik lama dengan kompor listrik baru,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM mengajukan anggaran untuk program kompor listrik sebesar Rp815,56 miIiar. Hal itu diungkapkan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI.

“Karena ini untuk kita mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain. Jadi energi yang kita dorong ke depan tidak hanya tentang LPG, tapi kompor listrik, CNG, macam-macam yang kita buat. Itu sebesar Rp 815,56 miliar untuk kompor listrik,” ujar Bahlil saat rapat, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Lebih lanjut, menteri mengatakan penggunaan kompor listrik bertujuan untuk mengurangi kebutuhan LPG. Dia pun meminta agar anggota DPR berkolaborasi untuk memetakan daerah mana saja yang membutuhkan kompor listrik.

“Ini saya pikir kita juga minta bantuan dari Bapak/Ibu Anggota DPR, untuk bisa tahu kompor listrik ini yang membutuhkan di daerah-daerah mana saja, supaya bisa kita melakukan kerja sama dan sinkronisasi,” kata Bahlil.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang