Piala Dunia 2026
Kiper Brasil, Alisson, merasa status tak diunggulkan di Piala Dunia 2026 justru menguntungkan timnya. (Foto: AP)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menjelang laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 melawan tim kejutan Maroko akhir pekan ini, Tim Nasional Brasil datang dengan status yang tidak biasa.
Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, Selecao tidak dijagokan sebagai favorit utama. Namun, kiper andalan mereka, Alisson Becker, justru melihat hal ini sebagai sebuah keuntungan besar.
Kegagalan Brasil memenangi Piala Dunia dalam lima edisi terakhir (sejak 2002) membuat banyak pihak mulai meragukan magis tim pengoleksi lima gelar juara dunia tersebut.
Prediksi Opta: Brasil Hanya Favorit Keenam
Keraguan publik tergambar jelas melalui prediksi superkomputer Opta. Menurut data statistik tersebut, skuad asuhan Carlo Ancelotti hanya memiliki peluang 6,6% untuk mengangkat trofi, menempatkan mereka di posisi keenam daftar kandidat juara.
Berikut adalah daftar peluang juara Piala Dunia 2026 versi Opta:
| Posisi | Negara | Peluang Juara (%) |
|---|---|---|
| 1 | Spanyol | 16,1% |
| 2 | Prancis | 13,0% |
| 3 | Inggris | 11,2% |
| 4 | Argentina | 10,4% |
| 5 | Portugal | 7,0% |
| 6 | Brasil | 6,6% |
Meski demikian, Alisson sama sekali tidak gentar dengan prediksi tersebut. Ia justru mengingatkan bahwa saat Brasil menjuarai Piala Dunia terakhir kali pada 2002, mereka juga tidak dilabeli sebagai kandidat utama.
“Adalah hal yang baik bahwa ada beberapa keraguan tentang tim ini, karena hal yang sama juga pernah terjadi pada kesempatan lain di masa lalu,” tegas kiper Liverpool tersebut.
Fakta Sejarah dan Kutukan Tim Eropa
Sebagai satu-satunya negara yang tak pernah absen di 23 edisi Piala Dunia sejak 1930, Brasil memiliki rekam jejak yang tak terbantahkan. Mereka memegang rekor kemenangan terbaik sepanjang sejarah turnamen dengan rasio 67% (76 kemenangan dari 114 pertandingan).
Hebatnya lagi, Brasil tidak terkalahkan dalam 20 pertandingan pembuka terakhir mereka (Menang 17, Imbang 3). Kekalahan terakhir mereka di laga pembuka terjadi hampir seabad yang lalu, tepatnya pada 1934 saat ditekuk Spanyol 1-3.
Sayangnya, langkah Brasil kerap dijegal oleh tim-tim Eropa di fase gugur dalam beberapa edisi terakhir. Mereka disingkirkan oleh Belgia pada 2018 dan secara menyakitkan kalah adu penalti dari Kroasia di Qatar 2022.
Tangan Dingin Carlo Ancelotti
Menyikapi trauma masa lalu, Alisson menegaskan bahwa skuad saat ini sudah move on. Ia menyebut kehadiran pelatih legendaris Carlo Ancelotti telah mengubah total atmosfer di ruang ganti Selecao.
“Mengenai apa yang terjadi di masa lalu, saya pikir dalam sepak bola Anda tidak boleh menghabiskan waktu untuk terus meratapinya,” tambah Alisson. “Sejak Ancelotti datang, suasananya telah berubah. Ia memiliki kehadiran yang sangat kuat dan tidak memusingkan isu-isu kontroversial.”
Kini, fokus penuh Alisson dan skuad Brasil adalah meraih hasil maksimal di laga pembuka Grup C melawan Maroko yang akan digelar pada Sabtu waktu setempat, sebelum nantinya bersiap menghadapi pemenang laga antara Haiti melawan Skotlandia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













