Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meminta publik untuk tidak menilai program cetak sawah sebagai proyek instan yang dapat langsung menghasilkan panen dalam waktu singkat. Menurut dia, dibutuhkan waktu hingga beberapa tahun agar lahan baru dapat berfungsi optimal sebagai area pertanian produktif.
Pernyataan itu ia sampaikan merespons berbagai kritik terhadap program cetak sawah yang dijalankan pemerintah, termasuk di sejumlah wilayah pengembangan pangan nasional.
Bukan Proyek Instan
Menurut Sudaryono, pemerintah menghormati seluruh kritik yang disampaikan kepada Kementerian Pertanian. Namun, ia menegaskan bahwa pengalaman selama ini menunjukkan program cetak sawah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dijalankan secara menyeluruh.
“Daerah yang kita cetak sawah, kita berikan insentif, kita latih orangnya bertani di situ, kita kasih alat mesin pertanian, kita kasih bibit terbaik, kita kelola airnya, dan di mana-mana itu kemudian hasilnya menyejahterakan rakyat setempat,” kata Sudaryono dalam video di akun TikTok pribadinya, sebagaimana dikutip Inilah.com, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan, proses cetak sawah tidak berhenti pada pembukaan lahan. Pemerintah juga melakukan pendampingan kepada petani, penyediaan alat dan mesin pertanian, bantuan benih, hingga pengelolaan irigasi agar lahan dapat menghasilkan secara optimal.
Karena itu, Sudaryono menilai tidak tepat apabila keberhasilan program ini diukur hanya sesaat setelah lahan dibuka. “Jangan dibayangkan cetak sawah hari ini dikeruk-keruk jadi sawah, besok ditanam langsung 5 ton atau 10 ton. Enggak bisa,” ujarnya menegaskan.
Butuh Waktu hingga Lahan Optimal
Ia menambahkan, lahan yang baru dibuka membutuhkan beberapa kali siklus pengolahan sebelum benar-benar siap digunakan untuk budidaya secara maksimal. Sudaryono membandingkan program cetak sawah dengan pembangunan infrastruktur lain seperti jalan, jembatan, atau rumah sakit yang manfaatnya dapat langsung dirasakan setelah selesai dibangun.
“Kalau yang ini kadang-kadang butuh setahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun sampai dengan lahannya optimal sebagai lahan pertanian,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerintah tetap meyakini program cetak sawah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan nasional, sekaligus memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat di daerah pengembangan pertanian.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











