Sirkuit Jerez selalu punya cerita, namun bagi dua bersaudara Marquez, MotoGP Spanyol 2026 menjadi panggung dengan dua emosi yang bertolak belakang.
Diwarnai drama jatuhnya sang legenda, Marc Marquez, sang adik Alex Marquez justru tampil perkasa keluar sebagai jawara pada Minggu (26/4/2026) malam WIB.
Mimpi Buruk Sang “Pole Sitter”
Memulai balapan dari pole position, Marc Marquez sebenarnya tampil meyakinkan sejak lampu hijau menyala. The Baby Alien langsung melesat, mencoba meninggalkan kejaran Johann Zarco dan Fabio Di Giannantonio.
Harapan penggemar untuk melihat Marc kembali ke podium tertinggi pun sempat membumbung tinggi.
Namun, petaka datang lebih cepat dari perkiraan. Memasuki lap kedua, tekanan justru datang dari lingkaran keluarga sendiri. Alex Marquez, yang tampil agresif bersama Gresini Racing, berhasil melakukan manuver berani dan menyalip kakaknya tersebut.
Sesaat setelah kehilangan posisi pertama, bencana benar-benar menimpa Marc. Saat mencoba mengejar di Tikungan 11, ban depan motornya kehilangan daya cengkeram (lowside). Marc dan motornya terpental ke area gravel, mengakhiri balapan lebih awal dengan kondisi motor yang hancur. Ini menjadi catatan kelam bagi Marc yang belum juga mencicipi podium di empat seri pembuka musim 2026.
Dominasi Alex Marquez
Gugurnya sang kakak seolah menjadi jalan tol bagi Alex Marquez. Setelah insiden tersebut, pembalap bernomor motor 73 itu tampil sangat tenang dan tanpa celah. Ia berhasil menciptakan jarak yang signifikan dari kejaran rival-rivalnya.
Balapan sempat terasa “monoton” di barisan depan karena dominasi Alex yang terlalu tangguh. Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang berada di posisi kedua tak mampu memberikan perlawanan berarti, disusul oleh Fabio Di Giannantonio yang harus puas mengamankan tempat ketiga.
Kemenangan Perdana Ducati di 2026
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan poin bagi Alex, melainkan sebuah pernyataan. Ini adalah podium pertama bagi Alex Marquez sekaligus kemenangan perdana bagi Ducati di musim MotoGP 2026.
Jerez 2026 akan diingat sebagai momen pahit bagi Marc, namun menjadi malam keemasan bagi Alex Marquez yang membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar “adik dari sang juara”, melainkan pemenang sejati di lintasan.













