Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026) malam. (Foto: Antara/Imamatul Silfia)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Misteri pencopotan dua Direktur Jenderal (Dirjen), yakni Febrio N Kacaribu dan Luky Alfirman yang merupakan pejabat eselon I di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), terjawab sudah. Ternyata bukan sekadar rotasi biasa.
Awalnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pencopotan Febrio dari jabatan Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal, serta Luky Alfirman sebagai Dirjen Anggaran, adalah hal biasa.
“Kan rotasi eselon I, hanya proses biasa begitu. Per berapa tahun kita putar. Jadi, berapa tahun putar, enggak ada yang istimewa,” tandas Purbaya saat media briefing di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta, dikutip Sabtu (25/4/2026).
Masalahnya, baik Febrio maupun Luky belum setahun menjabat sebagai Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Dirjen Anggaran. Keduanya dilantik Sri Mulyani Indrawati saat masih menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 25 Mei 2025.
Kala itu, Sri Mulyani juga melantik 20 pejabat eselon I Kemenkeu lainnya. Khusus Luky ditunjuk sebagai Dirjen Anggaran, menggantikan Isa Rachmatarwata yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.
Saat ditanya ulang alasan pencopotan dua dirjen sekaligus yang tak lazim dilakukan seorang menkeu, Purbaya mulai blak-blakan, terlebih setelah dikaitkan dengan sejumlah sindirannya dalam beberapa hari terakhir.
Purbaya sempat menyinggung adanya pejabat di Kemenkeu yang mengaku siap menjalankan arahan, namun ternyata tidak dilaksanakan hingga berbulan-bulan. “Iya dan tidak. Iya ada sedikit, tetapi nggak itu saja,” ucap Purbaya.
Selain itu, mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut juga menyinggung adanya ‘noise’ yang beredar ke luar Kemenkeu. Belakangan ia meyakini isu tersebut berasal dari internal. Misalnya, kabar dana APBN bakal habis dalam dua minggu jika harga BBM tidak naik, hingga isu yang menyebut pernyataannya membuat investor mundur.
“Ada informasi yang keluar bahwa Menteri Keuangan sekarang tertutup. Enggak bisa bahasa Inggris kali, dan kalau bisa jangan ketemu investor, karena bakalan kacau. Itu dari internal, jadi kita mau rapikan itu,” jelas Purbaya.
Ia memastikan akan membersihkan gangguan-gangguan tersebut. Saat ini, Purbaya mengaku telah menunjuk pejabat sementara alias Pelaksana Harian (Plh) untuk menjalankan tugas kedua dirjen yang dicopot.
Yakni, Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Sudarto sebagai Plh Dirjen Anggaran, serta Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi, Ferry Ardianto, sebagai Plh Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal. “Mereka itu orang-orang kuat di Departemen Keuangan,” ucap Purbaya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












