Meski pasar domestik lesu, ekspor otomotif Indonesia melonjak tajam ke angka 500 ribu unit. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Industri otomotif Tanah Air tengah mempertontonkan anomali yang menarik. Di saat daya beli domestik tampak sedang ‘batuk-batuk’, mesin ekspor kendaraan roda empat Indonesia justru menderu kencang. Indonesia kini bukan lagi sekadar pasar, melainkan mulai memantapkan taji sebagai basis produksi global.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, membeberkan fakta menggembirakan. Meski pasar dalam negeri mengalami tekanan, angka produksi nasional tetap kokoh berdiri di atas level satu juta unit.
“Tahun lalu, produksi kita lebih dari 1,1 juta unit. Menariknya, sementara penjualan domestik berada di angka 804 ribu unit, kinerja ekspor kita melesat melampaui 500 ribu unit,” ungkap Setia dalam diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin), Rabu (22/4/2026).
Transformasi Menjadi Hub Ekspor Global
Pergeseran angka ini menjadi sinyal kuat bagi para prinsipal otomotif dunia. Strategi pemerintah yang mendorong Indonesia menjadi hub ekspor global mulai membuahkan hasil nyata.
Lonjakan volume ekspor dari kisaran 300 ribu menjadi 500 ribu unit adalah indikator valid bahwa kendaraan ‘Made in Indonesia’ semakin diterima di pasar mancanegara.
Setia menjelaskan, kemampuan industri beradaptasi di tengah kelesuan pasar lokal menunjukkan resiliensi yang luar biasa.
“Di saat pasar domestik mungkin menurun, di sisi lain kita mulai menunjukkan keunggulan sebagai salah satu negara eksportir utama untuk kendaraan roda empat,” jelasnya lugas.
Rasio Kepemilikan Rendah: Umpan Manis bagi Investor
Namun, pemerintah tidak lantas berpuas diri hanya dengan ekspor. Potensi pasar dalam negeri sejatinya masih menyimpan ‘bom waktu’ pertumbuhan yang sangat besar. Mengapa? Karena rasio kepemilikan mobil di Indonesia saat ini masih tergolong sangat rendah.
“Rasio kepemilikan roda empat kita saat ini masih di angka 99 per 1.000 penduduk,” tambah Setia.
Angka yang kecil ini justru menjadi umpan manis bagi para investor dan pemegang merek global. Dengan penduduk lebih dari 270 juta jiwa, ruang untuk tumbuh masih sangat lapang.
Potensi pasar yang besar inilah yang menjadi motivasi utama para raksasa otomotif dunia untuk tetap memutar mesin pabrik mereka di bumi pertiwi.
Kini, tantangannya adalah bagaimana menjaga momentum ekspor tetap stabil sembari merangsang pasar domestik agar kembali bergairah. Jika keduanya berjalan beriringan, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi raja otomotif di kawasan Asia Tenggara.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













