Konaté Masih Kepikiran Liverpool Dipermalukan PSG di Anfield, Merasa tak Adil

Nebby Medium.jpeg

Kamis, 16 April 2026 – 03:35 WIB

Ibrahima Konate dari Liverpool FC mencetak gol yang dianulir selama pertandingan Fase Liga Liga Champions UEFA 2025/26 MD6 antara FC Internazionale Milano dan Liverpool FC di Stadio San Siro pada 9 Desember 2025 di Milan, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Ibrahima Konate dari Liverpool FC mencetak gol yang dianulir selama pertandingan Fase Liga Liga Champions UEFA 2025/26 MD6 antara FC Internazionale Milano dan Liverpool FC di Stadio San Siro pada 9 Desember 2025 di Milan, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bek Liverpool, Ibrahima Konaté, menilai hasil negatif yang diterima timnya saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di leg kedua perempat final Liga Champions UEFA 2025/2026 terasa tidak mencerminkan jalannya pertandingan. Laga di Stadion Anfield, Rabu dini hari WIB, berakhir dengan kekalahan 0-2 bagi The Reds.

Menurut Konaté, Liverpool sebenarnya tampil lebih dominan dan mampu menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan tim tamu.

“Kami menciptakan banyak peluang dan menurut saya di lapangan kami adalah tim yang lebih baik. Itulah mengapa hasil ini terasa sedikit tidak adil,” ujar Konaté dikutip dari laman resmi Liverpool.

Dari sisi statistik UEFA, kedua tim tercatat memiliki penguasaan bola yang sama kuat, yakni 50 persen berbanding 50 persen. Namun Liverpool unggul dalam jumlah percobaan tembakan dengan 21 kali berbanding 12 milik PSG. Meski demikian, kedua tim sama-sama mencatat lima tembakan tepat sasaran.

Hasil tersebut membuat Liverpool harus tersingkir dengan agregat 0-4, setelah pada leg pertama di Paris mereka juga kalah dengan skor 0-2.

Konaté tidak menutup mata bahwa performa Liverpool musim ini belum stabil. Ia menyinggung adanya penurunan performa tim yang salah satunya dipengaruhi proses adaptasi sejumlah pemain baru.

“Kami harus menjadikan hasil itu sebagai dasar untuk berkembang dan menyadari seberapa bagus sebenarnya kami,” kata dia.

Kekalahan dari PSG juga memperpanjang catatan buruk Liverpool dalam dua musim terakhir di Liga Champions. Musim sebelumnya, The Reds juga disingkirkan klub asal Prancis tersebut pada babak 16 besar melalui adu penalti.

Selain itu, kegagalan ini membuat Liverpool kembali gagal menembus semifinal Liga Champions sejak terakhir kali pada musim 2021/2022. Saat itu, di bawah asuhan Jürgen Klopp, Liverpool melaju hingga final sebelum kalah 0-1 dari Real Madrid.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang