Buya Yahya Usai Pertemuan Istana: Presiden Cerita Panjang Lebar Tantangan Negara, Persatuan Jadi Kunci

Vonita Medium.jpeg

Jumat, 6 Maret 2026 – 05:15 WIB

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, K.H. Yahya Zainul Ma'arif atau yang akrab disapa Buya Yahya memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026) malam. (Foto: inilah.com/Vonita)

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, K.H. Yahya Zainul Ma’arif atau yang akrab disapa Buya Yahya memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026) malam. (Foto: inilah.com/Vonita)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Di balik pemaparan strategis mengenai krisis global dan ekonomi, Presiden RI Prabowo Subianto juga menitipkan pesan mendalam mengenai beban berat yang tengah dipikul bangsa Indonesia. Hal ini memantik empati dan seruan persatuan dari para ulama, salah satunya Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, K.H. Yahya Zainul Ma’arif atau yang akrab disapa Buya Yahya.

Usai menghadiri dialog tertutup selama tiga jam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026) malam, Buya Yahya mengungkapkan bahwa Presiden secara terbuka membeberkan berbagai tantangan krusial negara saat ini sekaligus meminta pandangan dari para kiai.

“Negara kita ini negara hebat, negara besar. Beliau (Presiden) sudah bercerita panjang lebar tentang tantangan-tantangan negeri ini. Dan negeri ini hanya akan tetap terjaga jika kita mengandalkan kebersamaan dan persatuan,” tegas Buya Yahya kepada wartawan.

Mengingat tingginya tensi tantangan yang dihadapi bangsa, ulama karismatik asal Cirebon ini mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas dan tidak memperkeruh suasana di ruang publik. Ia mengingatkan bahwa setiap persoalan berbangsa harus diselesaikan melalui jalur dialog yang beradab.

“Kalau ada permasalahan, segeralah diselesaikan dengan indah. Bukan dengan caci maki, olok-olokan, maupun prasangka buruk,” pesan Buya Yahya memberikan pencerahan.

Sinergi Erat Ulama dan Umara

Forum silaturahmi yang dihadiri 158 tokoh agama tersebut tidak hanya menjadi ajang penyampaian informasi satu arah, melainkan simbol kuat bersatunya kekuatan agama dan negara dalam menghadapi ketidakpastian global.

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, K.H. Mohammad Hasib Wahab Hasbullah, yang turut hadir dalam forum tersebut, menyuarakan optimismenya. Ia menilai sinergi yang dibangun Presiden Prabowo malam itu akan membawa dampak signifikan bagi arah kebijakan negara.

“Kiai-kiai, para ulama, dan umara (pemimpin negara) ini sudah menjadi satu sekarang. Insyaallah, dengan dibina langsung oleh Bapak Presiden Prabowo, Indonesia akan menjadi negara yang makmur dan adil,” pungkas K.H. Hasib.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang