Sutradara Hanung Bramantyo menyampaikan keterangan kepada awak media saat jumpa pers film Children of Heaven versi Indonesia di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026). (Foto: Inilah.com/Haris Muda).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Sutradara Hanung Bramantyo angkat bicara mengenai proses adaptasi film legendaris asal Iran, Children of Heaven, yang pernah masuk nominasi Oscar. Versi Indonesia film tersebut dijadwalkan tayang pada 27 Mei mendatang.
Menariknya, jadwal rilis itu bertepatan dengan situasi Timur Tengah yang kembali memanas pascaperang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Bagi Hanung, momentum tersebut justru terasa sangat bermakna.
Dalam sesi jumpa pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026), Hanung mengaku momen perilisan film ini terasa emosional, terlebih karena bertepatan dengan bulan puasa dan situasi dunia yang tengah diliputi duka akibat perang.
“Ini adalah momen yang buat saya sangat, apa ya, sangat berharga sekali di tengah bulan puasa. Di tengah kita bersedih. Di tengah kita sedang berduka, karena dunia sedang juga berduka karena sedang berperang. Dan ini adalah momen yang membuat kita pas sekali mengeluarkan film ini,” kata Hanung.
Hanung menjelaskan, sejak awal film ini memang memiliki pesan kemanusiaan yang kuat. Ia menekankan pesan dari kreator aslinya, Majid Majidi, agar karya tersebut tidak mengeksploitasi kesedihan maupun kemiskinan.
“Karena sebetulnya film ini sebagaimana yang dibintangkan atau diharapkan oleh kreatornya, Saudara Majid Majidi, adalah tidak boleh mengeksploitasi kesedihan. Tidak boleh mengeksploitasi kemiskinan,” katanya.
“Tapi justru di tengah situasi yang sangat terbatas, di tengah situasi serba kekurangan, kita harus berdaya. Kita harus menunjukkan martabat kita sebagai manusia. Dan itu terlihat sekali di original film Children of Heaven yang saya tonton kira-kira 15 tahun yang lalu pada saat saya masih kuliah di Institut Kesenian Jakarta,” ujarnya menambahkan.
Ia juga mengungkap kekagumannya terhadap perfilman Iran yang dinilai konsisten menampilkan identitas dan kejujuran lokalnya. Menurutnya, kekuatan itulah yang membuat film-film Iran mendapat tempat di hati penonton dunia.
“Apa yang saya lihat dalam semua film-film Iran itu berbicara tentang diri mereka sendiri, kejujuran mereka sendiri, lokalitas mereka sendiri. Itu kenapa film Iran menjadi sebuah film yang diminati oleh seluruh dunia,” tuturnya.
Hanung menyebut Iran selalu konsisten menjadi diri sendiri dan tidak mencontoh negara lain.
“Karena mereka menjadi diri mereka sendiri. Mereka tidak mau menjadi negara lain. Mereka tidak mau menjadi orang lain. Mereka bangga menjadi diri mereka sendiri meskipun mereka di tengah keterbatasan. Dan itu yang membuat saya akhirnya, pada akhirnya kemudian menerima film ini,” tuturnya.
Film Children of Heaven versi Indonesia merupakan proyek kolaborasi antara produser Manoj Punjabi (MD Pictures) dan sutradara Hanung Bramantyo. Film ini merupakan remake resmi dari karya legendaris Iran tahun 1997 besutan Majid Majidi.














