Konferensi pers film pendek Jalan Pulang di Jakarta, Rabu (22/7/2026).(Foto: inilah.com/Wahyu Praditya Purnama)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Film pendek Jalan Pulang menghadirkan perspektif baru dalam memaknai kebaya, bukan sekadar sebagai busana tradisional, tetapi sebagai warisan yang sarat kenangan dan cerita keluarga lintas generasi.
Karya terbaru Bakti Budaya Djarum Foundation ini dirilis dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional yang jatuh setiap 24 Juli.
Berbeda dari kampanye sebelumnya yang lebih menekankan kebaya sebagai identitas budaya dan ekspresi diri, Jalan Pulang justru menggali sisi emosional di balik sehelai kebaya. Film ini menempatkan kebaya sebagai saksi perjalanan hidup, menyimpan memori tentang rumah, ibu, hingga hubungan antaranggota keluarga.
Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, mengatakan setiap kebaya memiliki cerita yang layak untuk diteruskan.
Menurutnya, kebaya bukan hanya sesuatu yang dikenakan, tetapi juga membawa jejak nilai, kenangan, dan perjalanan hidup seseorang.
“Merawat kebaya berarti juga merawat memori dan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi,” kata Renitasari dalam konferensi pers film pendek Jalan Pulang di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Kisah dalam Jalan Pulang berpusat pada Dara, seorang creative director muda yang tengah berupaya melakukan pembaruan pada sebuah rumah mode kebaya. Namun dalam prosesnya, ia justru menemukan kembali makna kebaya saat pulang ke rumah dan berhadapan dengan koleksi kebaya lama milik keluarganya.
Dari pengalaman tersebut, Dara menyadari bahwa kebaya bukan sekadar produk fesyen atau simbol formalitas. Di balik setiap helainya, tersimpan kenangan yang membentuk identitas diri dan hubungan emosional dalam keluarga.
Sutradara film, Bramsky, menuturkan bahwa kebaya memiliki kedekatan yang kuat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Ia ingin mengajak penonton melihat kebaya dari sudut pandang yang lebih personal.
“Di balik kebaya ada cerita tentang rumah, keluarga, dan identitas yang sering kali baru kita pahami ketika kita mencarinya kembali,” ujar dia.
Melalui pendekatan yang intim dan relevan, film ini mencoba membawa kebaya keluar dari ruang formal dan mengembalikannya ke ruang paling dekat dengan masyarakat, yakni keluarga. Di situlah kebaya hidup sebagai warisan yang terus dikenakan, dirawat, dan ceritanya diteruskan dari generasi ke generasi.
Film Jalan Pulang dijadwalkan tayang pada 24 Juli 2026 melalui kanal YouTube Indonesia Kaya, bertepatan dengan peringatan Hari Kebaya Nasional.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










