Ritual mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti, namun persiapan kendaraan sering kali menjadi urusan yang dianaktirikan. Padahal, memacu kendaraan melintasi ratusan kilometer dalam kondisi tidak prima adalah resep jitu mengundang petaka di jalan raya.
Menyikapi hal ini, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mewanti-wanti para pemudik untuk tidak melakukan servis kendaraan secara mendadak. Ia menyarankan agar pemilik mobil menjadwalkan kunjungan ke bengkel setidaknya satu hingga dua minggu sebelum hari keberangkatan.
“Waktu paling aman servis kendaraan adalah minimal sekitar satu minggu sebelum berangkat. Paling ideal di rentang 1–2 minggu,” ujar Yannes, seperti dikutip Selasa (3/3/2026).
Menurut Yannes, tenggat waktu ini sangat krusial. Selain menghindari penumpukan antrean di bengkel yang biasanya melonjak tajam menjelang Lebaran, durasi ini memberikan ruang bagi teknisi untuk mendeteksi masalah lebih mendalam, memesan komponen jika ada yang harus diganti, serta memberikan waktu bagi pemilik untuk melakukan uji coba pascaservis.
Fokus pada Komponen Keselamatan
Dalam persiapan mudik, aspek keselamatan harus ditempatkan di atas segalanya. Yannes menekankan bahwa ban adalah komponen pertama yang wajib diperiksa. Bukan tanpa alasan, ban adalah satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal.
“Tekanan ban saat dingin wajib sesuai rekomendasi pabrikan. Periksa juga kondisi tapak, pastikan tidak ada benjolan atau retak, dan jangan lupakan kondisi ban cadangan,” tegasnya.
Tekanan angin yang kurang tidak hanya mempercepat keausan, tetapi juga meningkatkan risiko gagal ban (pecah ban) dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Bagi pemilik mobil konvensional (Internal Combustion Engine/ICE), pemeriksaan wajib mencakup ‘darah’ kendaraan, yakni oli mesin. Selain itu, kondisi coolant radiator, minyak rem, hingga selang-selang dan belt tidak boleh luput dari pantauan.
Jika oli sudah terlihat gelap, kental, atau mendekati interval penggantian, segera ganti sebelum mesin dipaksa bekerja keras di jalur mudik.
Catatan Khusus Pengguna Mobil Listrik (EV)
Memasuki tahun 2026, populasi mobil listrik (EV) di jalur mudik diprediksi semakin meningkat. Yannes mengingatkan pengguna EV untuk tidak terlena. Ada komponen vital yang sering terlupakan: aki 12V.
“Khusus mobil EV, servis jangan sampai mepet jika ada peringatan pada aki 12V. Pastikan software sudah diperbarui dan sistem pengisian (charging) berfungsi normal,” imbuhnya.
Bagi pengguna EV, perencanaan rute menjadi bagian dari ‘servis’ itu sendiri. Memanfaatkan aplikasi navigasi seperti Google Maps atau PLN Mobile untuk memetakan titik SPKLU sangatlah penting. Yannes menyarankan baterai diisi penuh hingga 80-100 persen mendekati waktu keberangkatan demi ketenangan selama perjalanan jauh.
Intinya, melakukan servis jauh-jauh hari bukan sekadar menjaga kenyamanan, melainkan ikhtiar nyata untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Jangan sampai perjalanan silaturahmi yang dinanti justru terhambat oleh masalah teknis yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.













