Trump Beri Lampu Hijau: AS Siap Dukung Israel Gempur Fasilitas Rudal Iran Jika Negosiasi Gagal

Ikhsan Medium.jpeg

Selasa, 17 Februari 2026 – 03:30 WIB

Presiden AS Donald Trump dilaporkan mendukung serangan Israel ke fasilitas rudal Iran apabila negosiasi nuklir gagal. (Foto: Inilah.com/AI)

Presiden AS Donald Trump dilaporkan mendukung serangan Israel ke fasilitas rudal Iran apabila negosiasi nuklir gagal. (Foto: Inilah.com/AI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Eskalasi ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru yang kian mendidih. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan telah menyatakan dukungannya bagi Israel untuk melancarkan serangan terhadap program rudal balistik Iran. Namun, dukungan ini menjadi “kartu terakhir” jika jalur diplomasi antara Washington dan Teheran menemui jalan buntu.

Laporan eksklusif CBS News yang dikutip Senin (16/2/2026) mengungkapkan bahwa komitmen ini disampaikan Trump secara langsung kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam pertemuan tertutup mereka Desember lalu.

Kini, fokus di internal pemerintahan AS dikabarkan telah bergeser. Diskusi bukan lagi soal ‘apakah’ Israel akan menyerang, melainkan ‘bagaimana’ Washington memfasilitasi operasi militer tersebut, baik secara teknis maupun diplomatik.

Fasilitas Tempur dan Tantangan Lintas Udara

Rencana dukungan militer yang tengah digodok mencakup bantuan krusial bagi armada jet tempur Israel. AS mempertimbangkan pemberian fasilitas pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling) guna memperluas jangkauan operasi jet-jet Israel hingga ke jantung pertahanan Iran.

Namun, kendala besar justru muncul dari negara-negara tetangga Iran. Hingga saat ini, Yordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab tetap teguh pada pendiriannya: mereka mengharamkan wilayah udara mereka digunakan sebagai jalur serangan menuju Iran.

Diplomasi di Tengah Kepungan Kapal Induk

Meski sinyal perang menguat, Washington mengklaim masih mengedepankan meja perundingan. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa Donald Trump tetap memprioritaskan diplomasi sebagai solusi utama.

Saat ini, dua orang kepercayaan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dilaporkan tengah melakukan perjalanan maraton untuk menghadiri serangkaian pertemuan kunci. “Kita lihat nanti apa hasilnya,” ujar Rubio singkat.

Langkah diplomasi ini berjalan beriringan dengan pamer kekuatan militer di kawasan. Pentagon telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan tengah bersiap mengirim USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah sebagai pesan pencegahan bagi Teheran.

Dunia kini menanti hasil putaran kedua perundingan nuklir antara Iran dan AS yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Selasa (17/2/2026), dengan Oman bertindak sebagai mediator. Apakah meja perundingan mampu meredam desing rudal, atau justru menjadi pembuka bagi operasi militer yang lebih besar?