Pramono Tagih Janji Purbaya Kucurkan Dana Tambahan Rp20 Triliun untuk Bank Jakarta

Clara Medium.jpeg

Senin, 5 Januari 2026 – 19:51 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo  di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (5/1/2025). (Foto: Inilah.com/Clara).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (5/1/2025). (Foto: Inilah.com/Clara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta dana tambahan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp20 triliun untuk Bank Jakarta. Sebelumnya, Kemenkeu telah memberikan Rp1 triliun ke Bank Jakarta dari Saldo Anggaran Lebih (SAL).

“Jadi sesuai pembicaraan pada saat Pak Menteri Keuangan ke Balai Kota Waktu itu rencananya Rp10 triliun ya, kemudian saya minta kalau bisa sampai Rp20 triliun. Sekarang yang satu triliun sudah habis, kami menunggu, mudah-mudahan janjinya segera datang,” ujar Pramono usai Grand Launching kartu debit Visa Bank Jakarta di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (5/1/2025).

Pramono menjelaskan, tambahan modal diperlukan agar Bank Jakarta bisa lebih agresif mendorong pembiayaan, seiring ambisi bank daerah itu naik kelas dan memperluas peran di sektor produktif.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo membenarkan seluruh dana Rp1 triliun dari Kemenkeu telah terserap penuh. Bahkan, penyalurannya berlangsung cepat.

“Satu triliun pada waktu itu, habis dalam waktu satu minggu untuk sektor produktif, khususnya di UMKM dan itu juga sudah kita laporkan ke Kementerian Keuangan,” ucap Agus.

Agus menegaskan Bank Jakarta siap kembali menerima penempatan dana jika pemerintah memutuskan mengucurkan tambahan modal.

“Pada dasarnya kami terbuka dan siap untuk membantu pemerintah dalam hal ini Kita menunggu saja,” tutur dia.

Sebelumnya, pemerintah memang kembali menempatkan dana jumbo ke perbankan komersial guna menjaga laju ekonomi. Total Rp76 triliun digelontorkan, menyusul penempatan Rp200 triliun sebelumnya ke bank-bank Himbara.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyebut, dari Rp200 triliun yang ditempatkan, 84 persen telah disalurkan ke kredit.

“Mereka sudah menggunakan 84 persen dari Rp200 triliun tersebut. Ini laporan per 22 Oktober berarti sekitar 5 minggu setelah di tempatkan perbankan sudah menggunakan Rp167,6 triliun atau 84 persen,” ujar Febrio dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (17/11/2025).

Febrio memaparkan, Bank Mandiri dan BRI masing-masing telah menyalurkan 100 persen dari penempatan Rp55 triliun. BNI baru menyalurkan Rp37,4 triliun atau 68 persen dari Rp55 triliun, sementara BTN baru mencapai 41 persen dari Rp25 triliun. Bank Syariah Indonesia hampir seluruhnya terserap, yakni Rp9,9 triliun dari Rp10 triliun.

Per 10 November, pemerintah kembali menempatkan dana Rp76 triliun di bank komersial. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp25 triliun, sementara Bank DKI memperoleh Rp1 triliun.

“Kita tempatkan sesuai dengan bunga penempatan kita di bank Indonesia 3,8 persen jadi sekitar 80 persen dari suku bunga kebijakan. Dengan bunga yang sama kita taro di perbankan itu membuat cost of fund perbankan menjadi tertolong dan mereka menyalurkan dengan lebih cepat dengan cost of fund yang lebih murah,” jelas dia.