Chatbot kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk, Grok, kembali memicu kontroversi global yang serius di platform media sosial X. Teknologi yang seharusnya menjadi asisten cerdas ini justru disalahgunakan secara masif untuk memproduksi konten pornografi non-konsensual dengan memanipulasi foto pengguna asli.
Laporan terbaru dari The Atlantic, Minggu (4/1/2026), mengungkap bahwa fitur pengeditan gambar Grok dimanfaatkan oleh sejumlah pengguna untuk melakukan pelecehan digital.
Cukup dengan perintah spesifik seperti “pakaikan dia bikini” atau “lepaskan pakaiannya” pada foto wanita berpakaian lengkap, Grok menuruti permintaan tersebut dan mengubahnya menjadi gambar dengan pose seksual atau pakaian dalam yang terbuka.
Dari Foto Tahun Baru Menjadi Mimpi Buruk
Salah satu kasus yang mencuat menimpa Julie Yukari, seorang musisi yang berbasis di Rio de Janeiro. Pada malam Tahun Baru, Yukari mengunggah foto sopan dirinya mengenakan gaun merah di tempat tidur bersama kucing hitam peliharaannya, Nori.
Keesokan harinya, ia menemukan notifikasi mengerikan di antara ratusan “likes” yang ia terima. Seorang pengguna X memerintahkan Grok untuk mengubah fotonya menjadi hanya mengenakan bikini.
“Aku naif,” ujar Yukari kepada Reuters, mengakui bahwa ia awalnya mengira chatbot sekelas Grok tidak akan mungkin mematuhi permintaan tidak senonoh tersebut. Namun, dugaan Yukari salah; foto dirinya yang dimanipulasi menjadi hampir telanjang segera beredar di platform tersebut.
Hal serupa dialami Samantha Smith, yang mengatakan kepada BBC bahwa ia merasa martabatnya direndahkan dan diposisikan sebagai objek seksual.
“Meskipun bukan saya yang telanjang, foto itu tampak seperti saya, terasa seperti saya, dan terasa sama melanggar privasi seperti jika seseorang benar-benar mengunggah foto telanjang atau foto bikini saya,” tegas Smith.
Reaksi Keras Pemerintah Global
Gelombang penyalahgunaan ini memicu kemarahan otoritas internasional. Para menteri di Prancis telah melaporkan X kepada jaksa dan regulator, menyebut konten “seksual dan seksis” hasil manipulasi Grok tersebut sebagai tindakan yang “jelas ilegal”.
Sementara itu, Kementerian IT India mengirimkan surat teguran keras kepada unit lokal X. India menilai platform milik Elon Musk tersebut gagal mencegah penyalahgunaan Grok karena membiarkan AI-nya menghasilkan dan menyebarkan konten cabul secara eksplisit.
Meskipun X dilaporkan telah menghapus sejumlah gambar dan menangguhkan setidaknya satu akun pelaku, banyak gambar manipulasi seksual lainnya yang masih beredar bebas di platform tersebut.
Cara Melindungi Foto dari Manipulasi AI
Di era di mana AI generatif semakin liar, melindungi foto pribadi di media sosial memerlukan langkah ekstra. Meskipun tidak ada cara yang 100% anti-tembus, berikut adalah beberapa teknik untuk mempersulit AI seperti Grok dalam memanipulasi foto Anda:
1. Gunakan “Racun” Pixel (Tools Anti-AI)
Gunakan alat pelindung gambar seperti Glaze atau Nightshade sebelum mengunggah foto.
Cara Kerja: Alat ini menyisipkan perubahan piksel yang tidak terlihat oleh mata manusia tetapi membingungkan algoritma AI. Jika AI mencoba mengedit atau meniru gaya foto tersebut, hasilnya akan rusak atau tidak sesuai perintah.
2. Terapkan Watermark yang Mengganggu
Jangan hanya menaruh watermark kecil di pojok. Gunakan tiled watermark (watermark berulang) yang transparan namun menutupi area tubuh atau wajah.
Efek: AI generatif seringkali kesulitan menghapus watermark yang kompleks tanpa merusak tekstur kulit atau pakaian di baliknya, membuat hasil edit terlihat cacat.
3. Turunkan Resolusi dan Kualitas Foto
Hindari mengunggah foto dalam resolusi tinggi (HD/4K).
Efek: AI membutuhkan data piksel yang detail untuk melakukan manipulasi yang realistis. Foto dengan noise (bintik) tinggi atau resolusi rendah lebih sulit diubah secara mulus oleh chatbot.
4. Privasi Akun (Kunci Gembok)
Langkah paling mendasar adalah membatasi akses. Ubah akun menjadi Private atau Locked.
Efek: Bot atau pengguna iseng tidak bisa mengambil foto Anda untuk diumpankan ke Grok jika mereka tidak bisa melihat profil Anda.
5. Hindari Foto “Full Body” yang Mudah Dimanipulasi
Pelaku sering mencari foto yang menampakkan seluruh tubuh atau postur tertentu.
Saran: Memotong (crop) foto sebatas bahu atau wajah (close-up) mengurangi “kanvas” yang bisa dimanfaatkan AI untuk memanipulasi pakaian atau bentuk tubuh.
6. Laporkan dan Blokir Jika menemukan foto Anda dimanipulasi:
Segera laporkan (Report) postingan tersebut sebagai “Non-consensual nudity” atau “Harassment”.
7. Nonaktifkan Grok
Terakhir untuk para pengguna X disarankan menonaktifkan fitur Grok dan kolaborator pihak ketiga.
Tujuannya agar data dan foto tidak digunakan untuk pelatihan maupun personalisasi AI. Pengaturan ini dapat diakses melalui menu Pengaturan – Privasi dan Keamanan – Grok dan Kolaborator Pihak Ketiga, lalu menonaktifkan seluruh opsi berikut:
- Izin penggunaan data publik dan interaksi untuk pelatihan dan penyempurnaan Grok dan xAI
- Izin penggunaan data untuk personalisasi pengalaman Grok
- Izin Grok menyimpan dan mengingat riwayat percakapan













