Airlangga Ungkap 13 Emiten Antre IPO di Januari 2026, Tujuh di antaranya Perusahaan Besar

Clara Medium.jpeg

Minggu, 14 Desember 2025 – 03:00 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri). (Foto: Antara Foto/Dhemas Reviyanto/bar).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri). (Foto: Antara Foto/Dhemas Reviyanto/bar).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap, setidaknya ada 13 emiten yang sudah mengantre untuk melaksanakan penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada awal Januari 2026 mendatang.

Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya merupakan perusahaan berskala besar. Airlangga berharap kehadiran mereka dapat memberikan sentimen positif dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Per Desember ada 13 perusahaan yang siap pipeline, dan tujuh adalah perusahaan besar yang tentu menunjukkan optimisme kepada market, dan sepertinya ada spillover ke Januari, harapannya kalau Januari positif, Januari efek akan membawa kita untuk ekonomi yang lebih baik di tahun 2026,” ujar Airlangga di Jakarta, dikutip Minggu (13/12/2025).

Lebih lanjut, Airlangga membeberkan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2025 menunjukkan tren optimistis. Ia mencatat, indeks tersebut telah naik hampir 20 persen sejak awal tahun.

“IHSG tadi kita lihat tinggi, hijau, dan masuk dalam kategori all time high. Kita ketahui dari Januari naik 20 persen, jadi ini satu capaian yang relatif baik dibandingkan bursa yang lain,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyambut gembira ketika IHSG mencatatkan level tertinggi baru di 8.602,13 pada penutupan perdagangan Rabu (26/11/2025). Indeks saat itu menguat 0,94 persen atau 80,24 poin.

“Wah mantap lah. To the moon, to the moon,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Menurut Purbaya, rekor all time high IHSG menandakan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Sentimen positif itu juga muncul karena keyakinan investor terhadap kebijakan pemerintah ke depan.

“Mereka (investor) akan berekspektasi pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat, kebetulan akan terjadi. Jadi, fondasi IHSG adalah saham perusahaan kan yang bergantung kepada ekonomi. Pada dasarnya, nanti akan ditentukan oleh fondasi ekonominya,” kata dia.

“Jadi, kalau bagus seperti sekarang, mungkin ekonomi belum secepat itu, tapi kan investor pasar modal forward looking. Orientasi ke depan, mereka bisa hitung, ‘Wah, Purbaya jago nih’, ternyata programnya sejalan,” tambahnya.

Topik
Komentar