Netflix dan Paramount Rebutan Akuisisi Warner Bros, Trump Jadi Penentu di Tengah Transaksi Rp1.200 Triliun

Ikhsan Medium.jpeg

Selasa, 9 Desember 2025 – 22:57 WIB

Presiden AS Donald Trump secara tak terduga terlibat dalam keputusan regulasi penjualan Warner Bros. (Foto: thestatesman.com)

Presiden AS Donald Trump secara tak terduga terlibat dalam keputusan regulasi penjualan Warner Bros. (Foto: thestatesman.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Dunia industri media dan perfilman Amerika Serikat (AS) mendadak tegang. Pertarungan sengit untuk mengakuisisi raksasa media Warner Bros. Discovery kini tak hanya melibatkan dua entitas kuat, Netflix dan Paramount, tetapi juga menyeret nama besar Donald Trump. Presiden AS ini secara mengejutkan menyatakan akan terlibat langsung dalam keputusan regulasi atas penjualan tersebut.

Keterlibatan Gedung Putih ini menjadi anomali, mengingat keputusan antimonopoli mengenai kesepakatan sebesar ini biasanya ditangani oleh Departemen Kehakiman tanpa campur tangan politik.

Tawaran Gila Netflix dan Manuver Paramount

Situasi ini memanas setelah pekan lalu Netflix mengumumkan tawaran fantastis senilai US$72 miliar –setara dengan sekitar Rp1.200 triliun– untuk membeli sebagian besar Warner Bros. Discovery. Tawaran Netflix ini mencakup studio dan layanan streaming mereka, tetapi mengecualikan saluran kabel seperti CNN.

Melihat proses persetujuan regulasi yang diperkirakan akan sulit bagi Netflix, perusahaan saingan, Paramount, tidak tinggal diam. Pagi harinya, Paramount langsung mengajukan tawaran pengambilalihan secara paksa terhadap Warner Bros. Discovery. Manuver ini jelas merupakan upaya untuk memanfaatkan celah regulasi yang sulit dipenuhi oleh pesaingnya.

Trump di Persimpangan Kepentingan

Di tengah duel bisnis yang melibatkan triliunan rupiah ini, Trump menempatkan dirinya di pusat transaksi yang berpotensi mengubah peta industri film dan berita Amerika.

Saat ditanya mengenai perkembangan ini, Trump memberikan pernyataan yang ambigu dan tidak memihak.

“Tidak ada dari mereka yang benar-benar dekat dengan saya,” ujar Trump dari Ruang Kabinet Gedung Putih. Ia menambahkan, “Saya ingin melakukan yang benar. Itu hal yang sangat penting”.

Namun, di balik klaim netralitas tersebut, jaringan kepentingan terlihat rumit. Trump memiliki kedekatan dengan miliarder Larry Ellison, ayah dari David Ellison yang menjabat CEO Paramount melalui merger dengan Skydance Media tahun ini. Bahkan, seorang pejabat senior Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Ellison dan Trump telah membahas kemungkinan Paramount mengambil alih Warner Bros. Discovery.

Di sisi lain, Trump juga menunjukkan kekaguman pribadi terhadap pemimpin Netflix, Ted Sarandos, menyebutnya sebagai ‘orang yang hebat’ setelah pertemuan pribadi di Oval Office pekan lalu. Kekaguman Trump terhadap Sarandos disebut berasal dari kemampuan Sarandos ‘mengubah Netflix’.

Meski memuji Sarandos, Trump secara bersamaan menyampaikan keraguannya terhadap rencana Netflix, menyoroti isu pangsa pasar. “Mereka memiliki pangsa pasar besar. Dan ketika mereka memiliki Warner Bros., pangsa itu meningkat banyak,” ujar Trump setibanya di Kennedy Center Honors.

Trump menegaskan, “Itu akan ditentukan oleh para ekonom dan saya juga akan terlibat dalam keputusan itu”. Situasi ini menciptakan teka-teki, di mana pandangan pribadi Presiden diklaim oleh pejabat Gedung Putih sering berubah, tergantung pada siapa yang terakhir berbicara dengannya.

Kini, nasib industri media global seolah bergantung pada keputusan politik satu orang di Washington.

Topik
Komentar