Diplomasi Aromatik di Gerbang Afrika: Indonesia Gencarkan Kopi dan Teh di Maroko, Bidik Ekspor Jangka Panjang

Vonita Medium.jpeg

Selasa, 9 Desember 2025 – 23:24 WIB

Duta Besar RI untuk Maroko Yuyu Sutisna bersama Menteri Perlengkapan dan Air Maroko Nizar Baraka dan Direktur Eksekutif Bank Indonesia Anastuty Kusumowardhani saat meresmikan Paviliun Indonesia di Marrakech International Coffee and Tea Festival di Marrakesh, Maroko, 6-8 Desember 2025. (Foto: Dok. Kemlu RI)

Duta Besar RI untuk Maroko Yuyu Sutisna bersama Menteri Perlengkapan dan Air Maroko Nizar Baraka dan Direktur Eksekutif Bank Indonesia Anastuty Kusumowardhani saat meresmikan Paviliun Indonesia di Marrakech International Coffee and Tea Festival di Marrakesh, Maroko, 6-8 Desember 2025. (Foto: Dok. Kemlu RI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Aroma kopi dan teh Nusantara kini menguat di jantung Afrika Utara. Dalam sebuah langkah strategis yang mengombinasikan soft diplomacy dan perdagangan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rabat, didukung penuh oleh Bank Indonesia (BI), sukses menghadirkan Paviliun Indonesia di Marrakech International Coffee and Tea Festival 2025 yang berlangsung pada 6-8 Desember 2025.

Festival yang diikuti oleh 100 eksibitor dari 17 negara ini menjadi panggung bagi Indonesia untuk menegaskan dominasinya sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia. Produk yang dipamerkan pun bukan sembarangan, melainkan beragam spesialis kopi dari Sumatera, Jawa, dan Sulawesi, serta produk teh unggulan yang telah dikurasi ketat, semuanya merupakan hasil karya UMKM binaan Bank Indonesia yang memenuhi standar mutu internasional.

Kopi Indonesia Sudah Lama di Hati Konsumen Maroko

Duta Besar RI untuk Maroko, Yuyu Sutisna, menegaskan bahwa kopi Indonesia tidak lagi asing di pasar Maroko.

“Kopi Indonesia sudah lama memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat kopi di Maroko,” kata Dubes Yuyu, Selasa (9/12/2025).

Apresiasi tinggi ini terlihat jelas saat pembukaan Paviliun Indonesia di Mossalla Sidi Amara, Marrakesh. Acara peresmian itu dihadiri oleh figur penting seperti Menteri Perlengkapan dan Air Maroko, Nizar Baraka, bersama dengan Direktur Eksekutif BI, Anastuty Kusumowardhani.

post-cover

Kehadiran Menteri Baraka dinilai Dubes Yuyu sebagai cerminan nyata apresiasi Pemerintah Maroko terhadap posisi strategis Indonesia.

Untuk memastikan kualitas produk tersampaikan dengan baik, delegasi Indonesia bahkan membawa dua ahli, yakni Q Grader Barista (Arabika dan Robusta), yang bertugas membagikan cerita origin dan menyajikan cita rasa otentik kopi Indonesia kepada para pengunjung.

Maroko: Pintu Gerbang Eksportir di Afrika-Eropa

Komitmen Indonesia tidak berhenti di pameran. Dubes Yuyu secara lugas menyatakan ambisinya menjadikan Maroko sebagai pintu gerbang utama untuk meningkatkan volume ekspor kopi dan teh Indonesia ke kawasan Afrika Utara dan Eropa.

Melalui diplomasi ekonomi, KBRI Rabat kini fokus mendorong kemitraan jangka panjang yang berkelanjutan antara UMKM Indonesia dan mitra bisnis strategis di Maroko.

“Kami mendorong terbangunnya kemitraan jangka panjang antara pelaku usaha Indonesia dan mitra utama di Maroko, sehingga kopi dan teh Indonesia dapat menjadi jembatan diplomasi ekonomi yang menghadirkan manfaat nyata bagi petani, UMKM, dan industri,” tegas Yuyu.

Upaya konkret telah dimulai. Dalam festival tersebut, digelar pertemuan bisnis intensif yang mempertemukan produsen kopi Indonesia dengan perwakilan federasi industri serta distributor kopi Maroko. Hasilnya positif: kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kuantitas impor kopi Indonesia melalui skema kemitraan yang lebih mapan.

Langkah kolaboratif ini tidak hanya melibatkan UMKM, tetapi juga pelaku industri hilir, asosiasi, dan BUMN energi, bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas nasional di pasar global. KBRI Rabat telah menyatakan kesiapan penuh untuk memfasilitasi setiap bentuk kerja sama dan investasi baru di sektor produksi kopi, teh, dan produk unggulan lainnya antara kedua negara.

Dengan memanfaatkan posisi strategis Maroko, Indonesia kini selangkah lebih maju dalam memastikan bahwa kopi dan teh nasional tidak hanya hadir sebagai produk, melainkan sebagai duta diplomasi ekonomi yang terpercaya dan berkelanjutan.

Topik
Komentar