Pemain naturalisasi Jon Irazabal (nomor 5), Facundo Garces (3), Rodrigo Holgado (19), Joao Figueireido (14) dan Hector Hevel (13) bermain untuk Malaysia dalam kemenangan 4-0 atas Vietnam di kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni 2025. (Foto: Mainstand)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Prahara naturalisasi yang mengguncang sepak bola Malaysia memasuki babak baru yang kian runyam. Alih-alih mendapatkan kompensasi, tujuh pemain naturalisasi yang tersandung kasus pemalsuan dokumen garis keturunan kini justru terancam digugat balik oleh Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Skandal ini mencuat setelah FIFA menjatuhkan sanksi berat berupa larangan beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan kepada tujuh pemain tersebut. Dokumen FIFA membuktikan bahwa klaim garis keturunan Malaysia yang mereka gunakan untuk mendapatkan paspor ternyata tidak valid.
Serangan Balik Secara Hukum
Wacana gugatan balik ini dilontarkan oleh pengacara terkemuka Malaysia, Nik Erman Nik Roseli. Kepada Sukan Sinar, Nik Erman menegaskan bahwa para pemain tidak bisa serta-merta melepaskan tanggung jawab dengan berdalih bahwa mereka “hanya menyerahkan urusan kepada agen”.
Menurutnya, FAM memiliki dasar hukum yang kuat untuk menyeret para pemain ke pengadilan karena telah memberikan pernyataan palsu mengenai asal-usul nenek moyang mereka demi mendapatkan kewarganegaraan.
“Para pemain tidak membaca, tidak mengerti, dan bahkan tidak peduli dengan berkas naturalisasi mereka,” kritik Nik Erman dengan tajam.
“Bahkan setelah mengetahui mereka dilarang bermain selama 12 bulan, mereka tetap acuh tak acuh. Mereka tidak bisa begitu saja melimpahkan seluruh tanggung jawab kepada orang lain,” tambahnya.
Perang Tuntutan Ganti Rugi
Pernyataan Nik Erman ini merupakan respons atas rencana ketujuh pemain tersebut untuk menuntut FAM. Dilaporkan oleh Stadium Astro, para pemain yang merasa dirugikan secara finansial—akibat pemutusan kontrak oleh klub dan larangan bermain—berniat meminta ganti rugi setidaknya setara dengan gaji satu tahun jika banding FAM ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) gagal.
Presiden Asosiasi Hukum Olahraga Malaysia (SLAM), Balbeer Singh, sempat mendukung langkah pemain dengan menyebut tuntutan kompensasi itu “sepenuhnya adil”.
Namun, Nik Erman menilai posisi hukum pemain lemah. Ia berpendapat bahwa justru FAM yang menjadi pihak yang tertipu oleh klaim palsu para pemain mengenai darah Malaysia yang sebenarnya tidak mereka miliki.
Memburu Sang “Dalang”
Di tengah aksi saling tuding antara FAM dan para pemain, muncul satu figur sentral yang belum terungkap identitasnya. Nik Erman menyebut adanya sosok “perantara” atau agen yang mengurus setiap langkah proses kewarganegaraan tersebut.
Ia menyarankan agar baik FAM maupun para pemain mengarahkan laras hukum mereka kepada sosok ini. “Itulah dalang (mastermind) yang sebenarnya,” tegasnya.
Daftar Pemain yang Terseret
Ketujuh pemain yang kini nasibnya terkatung-katung akibat skandal ini adalah:
- Gabriel Felipe Arrocha
- Facundo Garces
- Rodrigo Holgado
- Imanol Machuca
- Joao Figueiredo
- Jon Iraurgui
- Hector Hevel
Saat ini, FAM dikabarkan tengah mempersiapkan berkas banding ke CAS dengan harapan dapat mengurangi atau membatalkan sanksi tersebut, meski belum ada konfirmasi resmi apakah berkas tersebut sudah didaftarkan.














