China Siaga! Etika Paten AI Diperketat, Regulator Tegaskan Kepatuhan Moral dan Hukum Sosial

Ikhsan Medium.jpeg

Sabtu, 29 November 2025 – 19:20 WIB

China National Intellectual Property Administration (CNIPA) akan memperkuat peninjauan etika paten AI mulai 1 Januari 2026. (Foto: iStock)

China National Intellectual Property Administration (CNIPA) akan memperkuat peninjauan etika paten AI mulai 1 Januari 2026. (Foto: iStock)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Geliat inovasi Kecerdasan Buatan (AI) di China kini dihadapkan pada pagar etika yang lebih ketat. Regulator hak kekayaan intelektual tertinggi negara tersebut, China National Intellectual Property Administration (CNIPA), mengumumkan langkah tegas untuk memperkuat pemeriksaan etika dalam proses peninjauan paten AI. Kebijakan ini bertujuan fundamental: memastikan implementasi teknologi AI sejalan dengan hukum, moralitas sosial, dan kepentingan publik.

Pejabat senior CNIPA, Jiang Tong, dalam konferensi pers pada Jumat (28/11/2025), menjelaskan bahwa pedoman peninjauan paten yang direvisi ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2026. Revisi ini sangat penting karena, untuk pertama kalinya, mereka menetapkan bagian khusus yang berfokus pada AI dan Mahadata (Big Data).

“Bagian tersebut menyatakan bahwa implementasi solusi teknis terkait AI, seperti pengumpulan data dan penetapan aturan, harus mematuhi persyaratan hukum, etika sosial, dan kepentingan publik,” tegas Jiang.

Mengatasi Sifat ‘Kotak Hitam’ Model AI

Pengetatan etika ini adalah respons terhadap kecepatan perkembangan AI yang seringkali menimbulkan dilema moral dan hukum, terutama terkait potensi diskriminasi atau pelanggaran privasi.

Selain isu etika, pedoman baru ini juga secara spesifik dirancang untuk mengatasi masalah teknis yang selama ini menjadi tantangan dalam paten AI —yakni sifat model AI yang sulit dipahami (black box character).

Jiang Tong menambahkan, bagian baru tersebut menetapkan persyaratan penulisan deskripsi dalam skenario seperti pembangunan model dan pelatihan model. Hal ini dilakukan untuk menyempurnakan kriteria penentuan pengungkapan yang memadai, guna mengatasi potensi masalah pengungkapan solusi teknis yang tidak memadai. Tujuannya jelas, inovasi boleh pesat, tetapi transparansi dan kepatuhan harus jadi prioritas.

Komitmen Global dan Rencana Jangka Panjang

Pengetatan regulasi ini datang beriringan dengan komitmen China untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang hak kekayaan intelektual (HKI).

Pejabat senior CNIPA lainnya, Liang Xinxin, menyampaikan bahwa rencana pengembangan HKI untuk periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030) akan terus mempererat kerja sama dan pertukaran global.

Rencana jangka panjang ini juga menegaskan komitmen kuat China untuk melindungi HKI perusahaan domestik dan asing secara setara. Langkah ini diharapkan dapat membangun lingkungan bisnis yang kondusif bagi semua jenis perusahaan.

“Kami juga akan mendorong sirkulasi ganda pasar domestik dan internasional,” tutup Liang, menandakan bahwa Beijing ingin menyeimbangkan kontrol internal yang ketat (seperti etika AI) dengan keterbukaan dan perlindungan yang adil bagi investasi asing, demi kemajuan inovasi teknologi yang bertanggung jawab.

Topik
Komentar