Gaza Menggigil! Tim MER-C Indonesia Siapkan Ribuan Bantuan Musim Dingin di Tengah Blokade

Ikhsan Medium.jpeg

Senin, 24 November 2025 – 23:12 WIB

Tim Medis Darurat MER-C Indonesia menyiapkan ribuan jaket, selimut, dan tenda untuk warga Gaza hadapi musim dingin ekstrem di tengah blokade Israel. (Foto: X/@mercindonesia)

Tim Medis Darurat MER-C Indonesia menyiapkan ribuan jaket, selimut, dan tenda untuk warga Gaza hadapi musim dingin ekstrem di tengah blokade Israel. (Foto: X/@mercindonesia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Musim dingin mulai menusuk tulang di Jalur Gaza, Palestina. Di tengah reruntuhan bangunan dan tenda pengungsian yang rapuh, harapan hangat datang dari rakyat Indonesia. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui Tim Medis Darurat (EMT) ke-10, kini tengah berpacu dengan waktu mempersiapkan ribuan paket bantuan musim dingin untuk warga Gaza yang terisolasi.

Kabar ini disampaikan melalui siaran pers MER-C yang dikutip Senin (24/11/2025). Di lapangan, para relawan medis Indonesia yang terdiri dari Dokter Nico Ghanda (spesialis kulit), Dokter Anthon Vermana Ritonga (spesialis anastesi), dan perawat Nadia Rosi, bahu-membahu bersama relawan lokal melakukan koordinasi logistik yang krusial.

Jaket dan Tenda: Nyawa bagi Pengungsi

Dokter Anthon Ritonga menegaskan urgensi penyaluran bantuan ini. Menurutnya, suhu udara yang turun drastis menjadi ancaman baru yang mematikan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Insya Allah kita akan menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita di Gaza karena memang saat ini sudah mulai memasuki musim dingin,” ujar Dokter Anthon di sela-sela kesibukannya di Gaza.

Tak tanggung-tanggung, MER-C menyiapkan ribuan item logistik vital. Paket bantuan tersebut terdiri dari 500 jaket anak, 500 jaket dewasa, 500 selimut tebal, dan 100 unit tenda yang layak huni.

Bantuan ini bukan sekadar angka. Di tengah hujan deras yang belakangan mengguyur Gaza, banyak lokasi pengungsian berubah menjadi kubangan lumpur.

Tenda-tenda darurat yang selama ini menjadi atap bagi ribuan keluarga, banyak yang roboh tak kuat menahan cuaca ekstrem. Bantuan tenda dan selimut dari Indonesia ini ibarat oase di tengah gurun penderitaan.

Ikhtiar Menembus Keterbatasan

Situasi di lapangan semakin pelik akibat blokade ketat yang masih diberlakukan oleh rezim Zionis Israel. Akses bantuan kemanusiaan yang sangat dibatasi membuat setiap potong pakaian hangat dan setiap lembar selimut menjadi barang mewah yang sangat sulit didapat.

Dokter Nico Ghanda, yang turut berada di garis depan, memohon dukungan moral dan spiritual dari Tanah Air. Keberadaan MER-C sebagai salah satu dari sedikit organisasi kemanusiaan yang berhasil menembus Jalur Gaza, adalah amanah besar dari rakyat Indonesia.

“MER-C sebagai salah satu organisasi kemanusiaan yang berkesempatan masuk ke Jalur Gaza, berupaya melakukan sedikit ikhtiar untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza yang membutuhkan,” tutur Dokter Nico penuh harap.

“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar segala upaya yang dilakukan, termasuk pendistribusian bantuan kemanusiaan ini, dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” tambahnya.

Langkah MER-C ini kembali menegaskan komitmen organisasi tersebut sebagai garda terdepan kemanusiaan yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis, melayani korban perang dan bencana tanpa memandang batas negara, demi satu tujuan: kemanusiaan yang adil dan beradab.

Topik
Komentar