Tanpa Baterai & Hemat Biaya, Inovasi Pompa Surya FT Unand Jadi Harapan Baru Petani

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 23 November 2025 – 16:00 WIB

Gedung Rektorat Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat. (Foto: Antara)

Gedung Rektorat Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat. (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Fakultas Teknik Universitas Andalas (FT Unand) Sumatera Barat kembali melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Tim Pengabdian FT Unand berhasil menciptakan prototipe pompa air tenaga surya sebagai solusi irigasi untuk sawah tadah hujan di Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar.

Terobosan teknologi ini dirancang untuk menjawab tantangan pertanian di daerah sulit air dengan biaya yang efisien, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Ketua Tim Pengabdian FT Unand, Insannul Kamil, menjelaskan bahwa inovasi ini berfokus pada efisiensi dan keberlanjutan. Alat ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan petani akan sistem irigasi yang tidak membebani biaya operasional.

“Inovasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan irigasi sawah dan pertanian secara lebih efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat nagari,” ujar Insannul Kamil di Padang, Minggu (23/11) dikutip dari Antara.

Teknologi Tanpa Baterai yang Hemat Biaya

Keunggulan utama dari pompa ini adalah sistemnya yang tanpa baterai. Teknologi ini memanfaatkan energi matahari secara langsung (direct) untuk menggerakkan pompa. Dengan meniadakan baterai, sistem menjadi lebih murah, minim perawatan, namun tetap mampu memberikan suplai air yang berkelanjutan.

Insannul, yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Sumbar, menegaskan bahwa langkah FT Unand ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

“Ini sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo dalam Program Asta Cita, terutama untuk mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air, serta memperkuat pembangunan dari desa,” tambahnya.

Spesifikasi Canggih dan Mudah Dioperasikan

Secara teknis, alat ini memiliki kemampuan yang mumpuni untuk medan pertanian di Sumatera Barat. Koordinator Pelaksana Rancang Bangun Teknologi Prototipe, Dendi Adi Saputra, mengungkapkan spesifikasi alat yang dipasang di Nagari Tanjung Barulak tersebut.

Instalasi ini menggunakan pompa AC/DC berkekuatan 3000 Watt yang ditenagai oleh delapan unit panel surya 550 Watt Peak (WP).

“Hasil yang terpasang saat ini mampu mengalirkan air sepanjang 1,3 kilometer pada ketinggian 160 meter,” ungkap Dendi.

Tak hanya canggih, teknologi ini juga dirancang agar mudah diadopsi oleh masyarakat (transfer teknologi). Warga setempat kini telah dilatih untuk melakukan pemasangan, pengecekan arus dan voltase, hingga perawatan pipa secara mandiri.

“Ke depan kami berharap masyarakat menjadi aktor perawatan teknologi ini, agar berkelanjutan dan memberikan dampak yang besar khususnya bagi pertanian,” tutup Dendi optimis.

Topik
Komentar