Ibu Hamil Meninggal Usai Diabaikan Sejumlah RS, Gubernur Papua Minta Maaf

Anton Medium.jpeg

Senin, 24 November 2025 – 00:11 WIB

Gubernur Papua Mathius Fakhiri bersama Penjabat Sekda Papua Chistian Sohilait mengunjungi rumah Irene Sokoy di Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (21/11/2025). (Foto: Antara)

Gubernur Papua Mathius Fakhiri bersama Penjabat Sekda Papua Chistian Sohilait mengunjungi rumah Irene Sokoy di Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (21/11/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gubernur Papua Mathius Fakhiri menyampaikan permohonan maafnya atas meninggalnya ibu hamil bernama Irene Sokoy serta bayi yang dikandungnya yang disebabkan kelalaian sejumlah rumah sakit (RS) di wilayahnya.

Dari kejadian tersebut, pihaknya mengaku mulai memprioritaskan penataan ulang layanan kesehatan, sehingga temuan kasus dalam pelayanan kesehatan tidak terjadi kembali.

“Karena tragedi itu mencerminkan persoalan mendasar yang selama ini terjadi, mulai dari lemahnya pengawasan, kerusakan peralatan medis, hingga budaya pelayanan yang tidak mengutamakan keselamatan pasien,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).

Ia mengaku mendapat informasi adanya kematian ibu hamil dan bayinya asal Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, akibat dugaan kelalaian sejumlah rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura, Senin (17/11) lalu.

Kasus tersebut diakuinya menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah (pemda) untuk memperbaiki sistem layanan kesehatan secara menyeluruh.

Karena itu pihaknya memastikan seluruh direktur rumah sakit yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi akan dievaluasi.

“Kami akan mengambil langkah tegas agar kasus seperti ini tidak terulang dan hal ini juga telah dilaporkan kondisi tersebut kepada Menteri Kesehatan dan meminta dukungan pemerintah pusat mempercepat perbaikan sarana, tata kelola, serta standar pelayanan medis di Papua,” katanya.

Dia menambahkan di Papua masih terdapat banyak hambatan birokrasi yang menghambat penanganan pasien.

“Kami meminta permohonan maaf kepada keluarga korban dan ini menjadi pembelajaran penting bagi pemda untuk memperbaiki sistem secara berkelanjutan demi menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Papua,” ujarnya.

Sebelumnya, peristiwa kematian ibu hamil dan bayinya terjadi akibat lemahnya pelayanan rumah sakit. Korban bernama Irene Sokoy dan bayi yang dikandungnya meninggal, Senin (17/11/2025) dini hari, sekitar pukul 05.00 WIT.

Keduanya menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan bolak-balik menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, setelah sebelumnya diduga ditolak sejumlah rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura.

Topik
Komentar