Pedagang Thrifting Protes ke DPR Dilabeli Pembunuh UMKM: Yang Rusak Pasar Itu Impor China

Clara Medium.jpeg

Rabu, 19 November 2025 – 19:33 WIB

Para perwakilan pedagang thrifting menemui BAM DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat. (Foto/YouTube BAM DPR)

Para perwakilan pedagang thrifting menemui BAM DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat. (Foto/YouTube BAM DPR)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kebijakan pemerintah memberantas impor pakaian bekas ilegal menuai protes dari pelaku usaha thrifting. Seorang perwakilan pedagang dari Pasar Senen, Jakarta, Rifai Silalahi, menyampaikan keluhannya langsung ke Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR, Rabu (19/11/2025).

Dalam rapat, Rifai menegaskan, pedagang thrifting merupakan bagian dari ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Ia keberatan dengan stigma yang menyebut bisnisnya merugikan pelaku UMKM lokal.

“Jadi selama ini usaha thrifting diidentikkan mengganggu UMKM di Indonesia. Jadi kami perlu garis bawahi bawah thrifting ini bagian dari UMKM. Kami itu termasuk pelaku UMKM,” ujar Rifai di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Menurut Rifai, pasar yang dituju oleh produk thrifting berbeda dengan produk industri fesyen lokal. Produk thrifting memiliki pangsa pasar sendiri yang justru diminati karena faktor harga dan kualitas.

“Kalau dibilang thrifting ini menganggu UMKM, pasarnya beda pak. Karena yang kita tahu, produk thrifting itu pangsa pasarnya beda, pakaian baru atau industri lokal itu beda. Jadi kenapa digandrungi, karena thrifting disamping harga murah, kualitasnya juga bagus,” jelasnya.

Rifai justru menuding pakaian impor baru dari China sebagai biang kerok yang merusak pasar UMKM lokal. Ia mengklaim produk impor China telah mendominasi 80 persen pasar di Indonesia.

“Jadi bukan thrifting bapak yang merusak UMKM itu. Itu 80 persen China, 20 persen dari beberapa negara. Kami harapkan bapak, untuk thrifting yang dijadikan alasan membunuh UMKM kami sangat keberatan,” kata dia.

Ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan pelaku industri fashion lokal dan menyebut tidak ada keberatan dengan kehadiran usaha thrifting. “Kami sudah bicara dengan teman teman industri lokal, mereka pun tidak keberatan dengan adanya thrifting,” ucap Rifai.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduga kuat pakaian bekas ilegal yang masuk ke Indonesia berasal dari China dan negara maju. Ia mengakui beberapa produk impor tersebut memiliki kualitas yang baik.

“Kemungkinan besar China dan negara yang maju, tapi kemungkinan besar kalau yang bekas-baru itu dari China saya duga,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Purbaya membantah dugaan bahwa pakaian bekas tersebut masuk melalui negara transit seperti Singapura atau Malaysia. Ia mendasarkan pendapatnya pada maraknya iklan-iklan di YouTube yang menawarkan baju impor dari China.

“Kalau lihat iklan-iklan juga banyak tuh, ‘silakan belanja ke China, ada ini, ada ini, di-pres,’ gitu. Ada loh, jadi saya lihat di YouTube seperti itu,” kata dia.

Purbaya mengakui, kelambatan respons Ditjen Bea Cukai dalam menindak impor baju bekas ilegal. Ia telah memerintahkan jajarannya untuk memperketat pengawasan mulai minggu depan. “Nah, ini emang kita agak lambat. Sudah ada belum yang di-blacklist orangnya nggak boleh impor lagi? Belum kan? Belum. Minggu depan deh diliat ya,” jelas Purbaya.

Topik
Komentar