Gubernur BI Perry Warjiyo saat rapat bersama Komisi XI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Rabu (12/11/2025). (Foto: Inilah.com/Clara Anna).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Bank Indonesia (BI) terus memperluas kerja sama penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di berbagai negara untuk pembayaran.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan kerja sama dengan negara Tiongkok, Korea Selatan, Arab Saudi, hingga India untuk memperluas jangkauan penggunaan QRIS.
“Penggunaan QRIS, termasuk kerja sama antarnegara. Setelah Jepang, kami sedang rintis dengan Tiongkok dan Korea Selatan, di samping Saudi Arabia dan India,” ujar Perry dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Rabu (12/11/2025).
Diketahui, pembayaran digital itu sudah lebih dulu bisa digunakan di negara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Perluasan penggunaan teknologi pembayaran tersebut, kata dia, juga sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo.
“Ini dukungan kami dalam program Asta Cita untuk ekonomi keuangan digital nasional melalui percepatan digitalisasi sistem pembayaran Indonesia, termasuk juga kami lakukan digitalisasi untuk transaksi keuangan pemerintah, khususnya pemerintah daerah,” katanya.
Perry melaporkan, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS mencapai 58,02 juta, melebihi target 50 juta. Jumlah merchant tercatat 41,3 juta, di atas target 40 juta, sementara volume transaksi QRIS mencapai 10,31 miliar, jauh melampaui target 5,5 miliar transaksi.
“Seluruh instrumen secara all out kami arahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian, melalui kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, dan sistem pembayaran, di samping juga koordinasi yang erat dengan pemerintah,” jelas dia.














